مكتبة
تصفية بواسطة
تحديث الحالة
الجميعمستمرمكتمل
فرز
الجميعشائعتوصيةمعدلاتتحديث
Titik terakhir

Titik terakhir

:Rani Miko:"Aku dan kamu ngga pernah ngerti." Sederhana. Tetapi siapa yang mengira. Bahwa kata tersebut mampu menyentil bangian terdalam. Sudut yang tidak terjamah, bahkan oleh diriku sendiri. "Timakasih, Zyn. Maaf, kupikir kita cukup sampai di sini.": Rani
103.4K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 68 مرة ضمن last but not the least
قراءة
+مكتبة
TimeLess

TimeLess

Tanya Keiko yang tengah sibuk mencari note book nya. "Bukannya kemarin di pinjam sama temen kamu." Ucap Rasya mengingatkan Keiko. "Iyaa yaa, aku kok lupa." Ucap Keiko mengingat kembali. "Kamu sadar gak, akhir akhir ini kamu sering kelupaan sesuatu. kemarin lupa naruh jam, kemarin lusanya juga lupan naruh handphone mu dimana, lebih parah lagi kamu lupa, naruh dimana liontin peninggalan mama mu. Kamu beneran gak apa-apa Kei?" Tanya Rasya yang merasa akhir-akhir ini Keiko sering melalukan kecerobahan yang tidak seperti biasanya.
الفصول الرائجة
9.95.1K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 142 مرة ضمن last but not the least
قراءة
+مكتبة
Bukan yang Pertama

Bukan yang Pertama

Semoga suka dengan endingnya ya . Gak usah ada extra part ya. Cukup segini aja. okeh! See u next Novel😘
1023.2K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 556 مرة ضمن last but not the least
عرض التقييمات (12)
قراءة
+مكتبة
Herni
Bukan Yang Pertama awal baca cerita ini asli mengsedih,,jd inget kejadian VA kmrn... cerita Ina ini mmg kerap x terjadi di lingkungan sekitar kita,,miris sekali,karna terpaksa org ga punya mesti pinjem ke lintah darat,,moga jd pelajaran bt kita agar segimanapu mendesaknya jgn sampe pinjem ksna.
Momi Kafa
cerita judul bukan yang pertama ,bener-bener sesuai dengan isi ceritanya, nyesek dimana Ina dengan keadaan yang serba kesulitan dalam status sosial ekonominya.dan sebagai yatim ina harus di jodohkan dengan sean,yg statusnya adalah duda.demi rasa bersalah nyonya sulis terhdp ina.semoga ina bisa tabah
قراءة كل التقييمات
The First and Only One

The First and Only One

"Ini yang terakhir?" "Ya direktur, ini yang terakhir." Revan mengembuskan napas pelan setelah membubuhkan tanda tangannya pada dokumen terakhir di depannya sebelum menyerahkannya kembali pada seorang wanita yang merupakan sekretarisnya. Ia memejamkan matanya setelah sekretarisnya itu keluar dari ruangannya. Bayangan Dimas kembali memenuhi pikirannya.
107.2K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 237 مرة ضمن last but not the least
قراءة
+مكتبة
Not a Week

Not a Week

Menunggu tidaklah menyenangkan. Sama seperti Taylor yang sedang duduk di mobil, menunggu Dave yang mendadak melakukan rapat. "Jangan keluar, sebelum aku keluar." Seperti itulah pesan terakhir yang Dave sampaikan. Betapa membosankan hanya duduk diam di mobil. Radio pun terdengar kurang mendukung. Tidur? Taylor sudah banyak tidur, setelah peristiwa tidak menyenangkan terjadi.
9.95.8K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 213 مرة ضمن last but not the least
قراءة
+مكتبة
The Last King

The Last King

"Ibuku yang merancangnya." "Oh begitu." Kini hening di antara mereka. Erasmus tidak berani bicara banyak mengingat ia sempat salah bicara sebelumnya. Kini matanya beredar menelisik setiap detail dari kamar yang luas itu. Erasmus menangkap ada sebuah pintu di ujung ruangan yang letaknya cukup tersembunyi dan tidak di sadari karena tertutup lemari besar. "Itu pintu? Yang ada di belakang lemari besar?" Erasmus reflek bertanya.
106.7K وجهات النظرفي الانتظارأُضيف إلى المكتبة 141 مرة ضمن last but not the least
قراءة
+مكتبة
BEHIND

BEHIND

"Aku menuntut Nathalie, inkubus tertua dan terakhir untuk mengembalikan pengantinku!" Senyum Nathalie lesap seketika saat mendengar tuntutanku di aula besar kastil kerajaan. Menurut Hard, itu tak akan pernah dibayangkan mengingat ini adalah kunjungan pertamaku ke dunia bawah. Ya, bagaimanapun juga aku harus mengakhirinya. "Berani sekali kau!"
107.1K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 162 مرة ضمن last but not the least
قراءة
+مكتبة
The Last Leaf

The Last Leaf

Pengendara mobil ferarri itu tersenyum nakal, kaca mata yang menggantung di tulang hidungnya memberikan kesan gagah pada sang pemakai. "Yuhuuuuuuuu !!" Teriak orang itu dengan bersemangat dari dalam mobil, ia memukul setir dengan keras untuk kemudian tertawa terbahak-bahak. "Sepertinya gue emang pembalap yang handal, lihat ini Edward Stullen, gue Antonio Clarison bakal ninggalin lo jauh di belakang hahahaha" kakinya menginjak gas dengan kuat, dan mobil itu berjalan dengan kecepatan maksimum. Beberapa pengendara mobil yang berkendara di jalan itu berteriak, memakinya dengan sebutan sinting. Namun, semakin keras makian itu, Antonio semakin merasa senang dan bangga pada dirinya sendiri. Kesenan
2.2K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 76 مرة ضمن last but not the least
قراءة
+مكتبة
Life or Not

Life or Not

Tidak lama kemudian senior menghampiri dirinya. “Brian.” “Oh senior.” “Karena hari ini hari terakhir kau berada di sini kerena itu aku ingin menyampaikan sesuatu.” “Silahkan saja apa itu?” “Rekan yang lain akan mengadakan pesta perpisahanmu sehabis kerja kau jangan lupa datang. Di restoran daging seperti biasanya.” “Baiklah terimakasih.” “Oh ya satu lagi. Jangan lupa di sana kau harus seperti ini menjadi yang terbaik.”
104.2K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 100 مرة ضمن last but not the least
قراءة
+مكتبة
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

Aku meninggalkan pekerjaanku sebentar. "Berbahagialah kamu yang hanya punya adik perempuan bukan anak terakhir dimana semuanya laki-laki. Kamu tak perlu merasakan selalu menerima bekas ketiga kakakmu, dibandingkan dengan kakakmu ataupun dimusuhi karena perbedaanmu dengan ketiga kakakmu." Deg.
9.9125.0K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 4.0K مرة ضمن last but not the least
قراءة
+مكتبة
السابق
123
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status