DIJODOHKAN MAMA
Tapi waktu tak pernah menunggu kesiapan seseorang.
Lia tersenyum tipis. Ia bangkit, mengambil satu kotak bekal dari dapur, lalu menyodorkannya ke Ziva. “Nih, Mama bekelin. Ada lemper, pastel, sama sambel goreng kentang. Siapa tahu kamu nggak cocok sama makanan di sana.”
Ziva mengambilnya sambil menahan senyum. “Terima kasih, Ma.”
“Hidup bareng orang itu bukan kayak di sinetron. Jangan berharap dia bakal langsung berubah jadi suami sempurna, ya?”
Hot Chapters