Sang Maharaja yang Terlupa
"Jika racun itu mencapai sumur air hujan kita, seluruh perkemahan akan mati kejang sebelum fajar!"
Amarah kembali menjalar di dada Arga. Darahnya mendidih, menuntut pembalasan. Ia ingin menerjang ke depan, menggunakan Keris Kyai Singkap Mega untuk memenggal kepala para pembunuh itu satu per satu. Namun, detik itu juga, tanda teratai di lengannya kembali membara, mengirimkan rasa nyeri yang menusuk hingga ke tulang rusuk. Suara-suara gaib leluhur berbisik keras di dalam benaknya, bergema seperti tabuhan genderang perang yang menyakitkan: Jika kau bertarung di sini, darah yang tumpah akan mencemari tanah suci ini, dan racun mereka akan tersebar oleh kibasan senjatamu. Lindungi rakyatmu, jangan
Hot Chapters