Rindu yang Lupa
Akhtar terbilang orang asing, sementara Fira gadis yang perlu dijauhi, begitu kata orang tua masing-masing.
Fira membiarkan layangannya bergerak bebas di langit, gulungan senar terkulai di atas rerumputan. Ia menyusul putaran kursi roda. Udara terasa amat menyengat, debu singgah ke kerongkongan. Suaranya kering, ia pasrah dan membiarkan hening memeluk mereka berdua. Dua bocah menjauhi lapangan. Jalan aspal yang panjang memantulkan terik matahari, membuat pipi-pipi dirundung kemarau. Tanah-tanah meretak. Sebagian rumput menguning. Tak ada embun yang singgah. Kabel-kabel listrik yang biasanya ditenggeri burung prenjak, kini menyisakan kesendirian, diayun-ayunkan angin kering yang membius kegam
Hot Chapters