BUKAN SALAH IBU
"Siap, Nyonya Wisnu!"
Ibu tertawa kecil. Aku mencuci tangan dan mulai meraih baskom berisi buah yang dimaksud Ibu, mengambil talenan dan pisau dan mulai mengiris buah kecil-kecil. Ibu akan membumbuinya dengan bawang merah, cabe rawit yang diiris kasar, gula, garam dan sedikit cuka. Kami masak sambil ngobrol hingga menjelang Asar, semua sudah siap di atas meja. Kecuali asinan yang harus didinginkan di kulkas.
"Alhamdulillah, sudah semua. Ibu mandi dulu ya. Kata Ayah tadi, sekitar jam empat Ayah akan sampai di rumah."
Hot Chapters