My Luna
Terlebih, Gamma bisa membaca pikirannya.
“Huh,” Ghina menghela napasnya. “Jelas lah, selama ini lo ganggu pikiran gue. Lagian, kenapa sih lo seniat itu maksain ketemu sama gue? Gue aja gak tahu lo siapa!” seru Ghina, melanjutkan.
Gamma tersenyum, “Jadi ... selama ini kamu pikirin aku?”
Jantung Ghina berdegup, bukan tanggapan seperti itu yang Ghina inginkan. Gamma malah tertuju pada ucapan awal Ghina di banding pertanyaan di akhir kata yang Ghina serukan.
Hot Chapters