Perempuan Yang Kalian Remehkan
Di benaknya, kain-kain itu bukan hanya bahan mentah, tapi simbol dari harapan yang mulai tumbuh lagi — harapan yang selama ini nyaris padam karena luka, penghinaan, dan dinginnya sikap suami yang tak lagi memandangnya sama.
“Lembut sekali...” gumamnya pelan, jari-jarinya berhenti pada sehelai kain linen berwarna krem. Ada kilau kecil di matanya — bukan air mata kesedihan, tapi rasa syukur yang tulus.
> “Mungkin Tuhan tidak langsung memberikan kebahagiaan lewat cinta,” bisiknya sambil tersenyum getir, “tapi lewat kerja keras.”
인기 회차