Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
WANITA BUTA DAN SUAMI BAYARAN

WANITA BUTA DAN SUAMI BAYARAN

* Melukis Senja Budi Doremi Aku mengerti perjalanan hidup yang kini kau lalui Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri Kau telah berjuang menaklukkan hari-hari mu yang tak mudah Biar ku menemanimu membasuh lelah mu Izinkan ku lukis senja Mengukir namamu di sana Mendengar kamu bercerita Menangis tertawa Biar ku lukis malam Bawa kamu bintang-bintang Tuk temanimu yang terluka Hingga kau bahagia Aku disini walau letih coba lagi jangan berhenti Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 419 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Seruni Senja

Seruni Senja

jawab Ira Setelah melihat gambarannya Ira pun melihat Nasah dengan tersenyum, Nasah bertanya-tanya dan mengkode Ira untuk memberitahunya. “Ini Nasah ya Hes?” Tanya Ira Yahes mengangguk, dan Ira tersenyum “Kamu mau aku bantu biar bisa dekat dengan Nasah?” Tanya Ira Yahes mengangguk “Baiklah sekarang kau tulislah surat cinta untuk Nasah nanti aku yang akan bawakan surat itu ke Nasah,” saran Ira “Tapi nanti kalau aku ditolak bagaiman?” Tanya Yahes
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Senja Kian Memudar

Senja Kian Memudar

Kalian tahu apa arti senja untuk kehidupan? Ya senja bagiku adalah dikala sesuatu yang bahagia tiba-tiba berubah menjadi duka. Semua orang menyukai senja dan semua orang selalu menunggu datangnysa senja. Namun tidak bagiku, aku tidak menunggu bahkan mengharapkan senja. Karena senja untuku adalah sebuah petaka yang dimana aku harus menyelesaikannya seorang diri.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
D E K A P

D E K A P

com Senjaku merenung sepi Dalam pesona sinar jingga muara kasih yang pernah menyapa Telah pudar bersama takdir yang membawamu pergi dan tak pernah kambali Menyulam rindu di jiwa dalam sunyinya lara Merajut serpihan kenangan Menyusun memori kebersamaan kita Ingin ku ulang waktu Mengulang cerita indah yang telah berlalu Senjaku kini terganti Senyummu terpatri dalam benak malamku Dalam bilik-bilik jiwa Datangnya bayangmu di balik khayalan Dibalik tirai yang menerungku dalam bias-bias mimpi
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Orang yang tidak tahu malu memang selalu punya alasan untuk melarikan diri dari dosa. "Andi, apa maksud ucapanmu itu?!" Chika tiba-tiba muncul di pintu ruang rawat seperti hantu penasaran. Wajahnya sangat pucat, rambutnya mulai menipis, dan tubuhnya kurus kering seperti kerangka manusia. "Apa maksudnya minta aku kembaliin semua yang dulu dia kasih ke aku?" Dia tampak mulai gila dan berteriak dengan lemah, "Andi, apa yang sudah kamu lakuin ke aku? Apa yang kamu ambil dariku?! Pantas saja belakangan ini aku merasa tubuhku makin memburuk."
12.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 324 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Senja yang Hilang di Malam Tanpa Suara

Dia menuangkan dua gelas alkohol untuk dirinya sendiri, lalu mengeluarkan sebotol pil tidur dan menelan semuanya. Matahari terbenam di kejauhan terlihat sangat indah. Sebelum kesadaran terakhirnya memudar, Christopher menempelkan wajahnya dengan erat pada fotoku, seperti yang pernah dia janjikan padaku.
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Vandero menyalakan proyektor, dan gambar segera muncul di dinding. Therina mengerutkan kening. Orang di dalam gambar itu adalah Sylvaria. Dia disiksa, dipaksa menggugurkan kandungan, dimasukkan ke dalam kuali minyak .... Akan tetapi, bahkan terhadap orang yang dulu menargetkannya, Therina tidak pernah merasa senang melihat penderitaan orang lain. Sampai video yang berlangsung beberapa jam itu selesai diputar, suara Vandero yang penuh kegembiraan terdengar.
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Saat sentuhan pertama menyentuh senar, nada rendah yang dalam dan bergetar seketika memenuhi ruangan—bukan bunyi yang riang gembira seperti yang biasa didengar di jamuan istana, melainkan nada yang membawa kesan dingin, sepi, namun penuh kekuatan yang tak terlihat. Jari-jariku bergerak melintasi senar dengan gerakan luwes yang lahir dari latihan bertahun-tahun, seolah menari mengikuti irama yang hanya aku yang bisa dengar. Melodi yang kupetik adalah kelanjutan dari puisi yang baru saja kubacakan: tentang musim dingin yang panjang, salju yang menutupi tanah, pohon yang tetap berdiri tegak meski rantingnya hampir patah, dan harapan yang tetap hidup di bawah lapisan es yang tebal.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Dan lelaki itu menangis. Bukan karena sakit. Tapi karena akhirnya tidak merasa tertinggal sendirian. --- Senja melukis langit dengan warna pucat, seakan tahu hari ini tak butuh dramatisasi. Cukup dengan cahaya lembut, dan dunia pun merasa: aku tidak harus spektakuler untuk dianggap bernilai. --- Di sekitar api unggun kecil, Rhia mulai membacakan sebuah kisah.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

“Kami tahu bagaimana rasanya kehilangan juga. Kami juga melihat Lembah Celing terbakar. Kami tahu rasa takut. Tapi rasa kami tak kalah sahihnya.” Beberapa orang dewasa tertunduk. Beberapa masih mencoba bersikap defensif. Kemudian, suara kecil memecah beban. “Aku ingin rumah dari daun,” kata Luma polos, “dan setiap orang boleh masuk ke situ.” Tawa kecil muncul. Lalu Bu Senja mengulurkan tangannya, mengambil tongkat batu. Dia menggenggamnya dengan hati-hati seolah-olah benda itu bisa pecah jika didekap terlalu erat.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status