Ditandai Sebagai Tumbal Saat Pulang Kampung
Mengingat semua tuntunan lelaki itu padanya, Nilam pun mulai menyebutkan beberapa nama-nama baik dari pencipta seluruh alam, yang masih melekat di ingatan.
Mendengar itu, Hanif terpacu karena semangatnya. Mereka berdua melafalkannya beriringan, semua yang pernah melekat dan tersimpan di otak, kembali tersemat dan lancar terucap. Subahanallah, sembilan puluh sembilan Asmaul Husna terucap berurutan, tanpa putus dipandu Hanif.
Rahmat terasa turun memberi ketenangan. Ada hangat yang menjalari pembuluh darah, terpompa ke seluruh tubuh, melenyapkan perlahan dingin yang membekukan raga dan pikiran.
인기 회차