Hati Seorang Perempuan (Indonesia)
"Senja selalu datang, tak perduli bersama pelangi atau hujan. Senja selalu tiba, ba-"
".... baik sendiri tanpa mentari, atau berdua bersama luka. Dan Senja akan tetap selalu jingga, begitu pula aku yang selalu mencinta."
Bima tidak sadar bahwa dia telah menyambung kata-kata yang diucapkan Senja, dengan intonasi suara yang mesra dan penuh damba. Jauhhhhh... jauh dari sosok Bima yang konyol dan cuek. Sosok yang selalu diperlihatkannya pada semua orang selama ini. Dan ternyata ada sisi romantis yang begitu manis nan indah. Namun sayangnya, justru mendadak membuat suasana meja makan menjadi hening seketika. Senja pun baru menyadari sesuatu.