PEMBALASAN DEWA MAUT
“Sungguh? Kalau begitu, coba. Ciptakan sesuatu yang berarti. Sesuatu yang tidak kau hancurkan lima detik kemudian. Mampukah kau? Aku menantangmu.”
Dipasena menggeram. Ia kembali fokus. Kali ini, ia mencoba menciptakan sesuatu yang lebih rumit. Seekor rusa emas.
Ia membayangkan tanduknya yang bercabang megah, matanya yang selembut embun pagi, bulunya yang berkilau di bawah senja.
Sosok itu mulai terbentuk dari energi murni di hadapannya, partikel cahaya yang memadat. Rusa itu hampir nyata, kakinya sudah menapak di tanah...
ตอนยอดนิยม