Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sang Penata Rias

Sang Penata Rias

“Selang-selang putih itu menusukmu Akar jantungku berhenti bernyanyi Tiada lagi yang lebih sakit dari ini Tiada lagi yang lebih perih dari ini” Aku menanggapi sinis lirik lagu yang dinyanyikan Geraldy. Judul lagunya adalah Kepedihanku. “Menjiplak dari mana dia itu,” pikirku. Bagaimana mungkin seorang Geraldy yang wajah tampannya terpampang dimana-mana paham apa itu rasa pedih. Aku pikir dia bahkan tidak mampu untuk hanya sekedar menghargai perasaan orang lain.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as lirik terjal
Read
+Library
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Puisi itu bukanlah pujian manis tentang kemewahan istana atau keindahan musim semi seperti yang biasa didengarnya; puisi itu berbicara tentang dinginnya musim dingin, ketabahan yang tumbuh di tengah kesunyian, dan jejak kaki yang tak hilang meski tertutup salju tebal. Saat sampai di akhir bait pertama, ia berhenti mendongak. Tatapannya begitu tajam hingga beberapa pelayan di dekatnya menundukkan wajah dengan canggung. "Kau menggambarkan dinginnya embun beku seolah kau sendiri yang merasakannya menembus tulang," ucapnya pelan. "Saya memang pernah merasakannya, Yang Mulia," jawabku jujur.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 30 Times as lirik terjal
Read
+Library
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

Nasib … nasib …. Masa lalu Indra bisa dibaca di ceritaku yang berjudul “TITIK NADIR SANG PENDOSA.” *Pian handak kemana? Handak dicari akan taksi kada? = Kamu mau kemana? Mau dicarikan taksi atau tidak? *Kada usah, Cil, sudah ada yang handak meambili. = Tidak usah, sudah ada yang menjemput. *Bungas banar = Cantik sekali.
1017.6K viewsOngoingAdded to Library 581 Times as lirik terjal
Read
+Library
Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Ia seperti kesulitan untuk melontarkan kata-kata itu, entah mengapa ada rasa yang sangat tidak bisa diungkapkan secara langsung. "Kenapa diam? Ayo talak aku! Aku dengan senang hati akan menerima talakmu itu, Mas. Biar kamu bisa berbahagia dengan perempuan ini." kata Laila sembari melirik ke arah Arimbi. "Ayo Dito, jangan lama-lama. Ucapkan talakmu itu, biar dia cepat-cepat pergi dari sini. Ibu sudah muak, dia tidak bisa diandalkan!" sambung bu Salsa kepada anaknya.
635 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as lirik terjal
Read
+Library
Terlahir Kembali, Aku Kembali Terjebak

Terlahir Kembali, Aku Kembali Terjebak

Ternyata, meski sudah terlahir kembali, aku tetap tidak bisa lari dari takdir mati di tangan mereka. Apalagi, kali ini dengan cara yang jauh lebih memalukan dan penuh keputusasaan. Kesepuluh jariku dipatahkan secara paksa satu per satu. Aku bahkan sudah tak punya tenaga lagi untuk berteriak. Aku terkapar di lantai seperti ikan yang sekarat. Rasa sakit dari sepuluh jari itu menusuk langsung ke jantung. Hidupku seolah-olah ikut patah pada detik ini.
4.2K viewsCompletedAdded to Library 101 Times as lirik terjal
Read
+Library
Terjerat Cinta Ibu Tiri

Terjerat Cinta Ibu Tiri

Stev terkejut mendengar ucapan Allard tadi. “Sudahlah, jangan banyak bicara. Lakukan apa yang aku minta padamu. Aku akan memberimu apa pun yang kau inginkan. Aku berjanji.” Senyum mengembang di bibir Stev. “Kalau begitu, akan segera kulakukan. Aku paling jago, untuk membuat siapa pun mabuk sampai sempoyongan.” Allard kemudian menutup panggilan tersebut dan melempar ponselnya dengan asal ke nakas dekat tempat tidur.
5.1K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as lirik terjal
Read
+Library
Terjerat Oleh Sentuhannya

Terjerat Oleh Sentuhannya

mohon Dini sambil menangkupkan kedua tangannya di depan d4d4 memohon belas kasihan. “Setelah apa yang kamu lakukan ke saya dan kamu minta dilepaskan. Jangan bermimpi kamu! Walau kamu bukan wanita yang saya bayar, saya tidak peduli….hahahaha” dia tertawa begitu keras, seakan mendapatkan jackpot yang sangat baik.
102.8K viewsCompletedAdded to Library 108 Times as lirik terjal
Read
+Library
Tertukar Jiwa

Tertukar Jiwa

Ujar Alma. "Sederhana menurut mu itu seperti apa? Aku sudah mengulanginya berkali kali, tetapi masih saja salah. Sudah sudah aku lelah. Lagipula aku kan pakai dress, otomatis saat berjalan pasti ada angin yang berhembus" Oceh Stella. Dia meluruskan kakinya yang terasa pegal.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as lirik terjal
Read
+Library
Jadul Tapi Mantul

Jadul Tapi Mantul

Biasanya jika Bang Parlin menyanyikan lagu itu, aku yang duluan tertidur, akan tetapi liriknya kali ini kedengaran lain, dia bernyanyi dalam bahasa Indonesia "Ikan sepat juga ubur-ubur, semua di jual di pasar pagi, cepatlah, Inang cepatlah tidur, ayah mau lihat rambut api," "Hahaha," tawaku pecah mendengar lagu Bang Parlin itu, dia lanjut lagi. "Jikalau hemdak ke pasar pagi, belilah bengkoang juga duku, janganlah, Inang, jangan sakit hati, biarpun dirimu dibilang cucu,"
1080.2K viewsOngoingAdded to Library 2.6K Times as lirik terjal
Read
+Library
Engkau Talak, Aku Tak Menolak

Engkau Talak, Aku Tak Menolak

kutuk Rika, Diah tertawa menanggapinya. “Doa yang jelek berbalik ke pendoanya, lho,” goda Diah, yang mengundang sahabatnya memukul pelan bibirnya. “Duh, Astaghfirullah. Bibir nggak bisa dikontrol,” katanya. Diah tertawa melihatnya. “Tapi kamu harus punya penghasilan, Di. Tidak bisa hanya mengandalkan tabungan terus,” Rika memberikan saran.
20.0K viewsOngoingAdded to Library 559 Times as lirik terjal
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status