Suami Miskin itu Ternyata Kaya Raya
Dunia di luar boleh saja mencaci, menolak, atau mengecapnya sebagai perempuan tak baik, tapi di hadapan Reino, Vio segalanya.
Sambil menyuapi anaknya potongan kue, Vio menyalakan radio kecil yang memutar lagu anak-anak Jepang. Mereka berdansa di ruang tamu, tertawa, menari, jatuh, lalu tertawa lagi.
Berulang kali Nada menghungi tapi wanita itu tak mau menjawab. Pasti asistennya akan membahas Arzan lagi sampai ia bosan.
“Saya sudah terlalu lama hidup untuk orang lain, Nad. Kali ini, saya ingin hidup untuk satu-satunya alasan mengapa saya masih bernapas,” jawab Vio sebelum mematikan ponsel.
Bab Populer