Puncak Benua
Orang itu terkejut saat melihat anak laki-laki itu melaju dengan cepat mengalahkan mereka.
"Entahlah, aku tidak pernah melihat orang itu, mungkin saja dia genius yang tidak dikenali," balas seseorang lainnya.
"Sepertinya tes kali ini sangat menarik, banyak genius-genius yang berkumpul," ucap orang pertama dengan muram.
"Sudahlah, mendapatkan kelas tiga saja aku sudah akan sangat puas," timpal rekannya. Kultivasi mereka hanya di mortal raga, jadi mereka merasa tidak memiliki kualifikasi untuk bersaing memperebutkan kelas satu atau dua.