Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dia Ayahku, yang Membuat Ibuku Gila

Dia Ayahku, yang Membuat Ibuku Gila

Mata Cahaya langsung berbinar melihat semua itu, setelah tadi dipaksa Ary untuk makan rumput seperti kambing sekarang dia menemukan makanan dari surga yang dibawa laki-laki asing ini. “Wah siapapun kamu, ternyata kamu sang baik, terima kasih,” kata Cahaya yang langsung mengambil satu potong chesee cake dan memakannya dengan lahap. “Wah di mana kamu membelinya ini enak sekali?” tanya Cahaya tak bisa menutupi kegirangannya, dalam sekejap dia sudah menghabiskan tiga potong cake yang dibawa Brian dan sekarang tengah membuka es cream yang terlihat sama lezatnya.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai look at that piece of cake artinya
Baca
+Pustaka
Dikhianati Sersan Dinikahi Komandan

Dikhianati Sersan Dinikahi Komandan

"Kita ke sana saja. Kamu nggak mau cicipin camilannya?" Kemuning memutar kepalanya ke arah yang ditunjuk Samudera. Bayangan akan rasa manis camilan ringan agaknya dapat menghapus sebagian sedih di hatinya. "Boleh, Mas. Aku penasaran sama kue warna merah itu. Kalau nggak salah, namanya red velvet cake kan?" "Iya, kalau kamu mau, ambil saja satu." "Kalau Mas Sam mau makan apa?"
1041.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai look at that piece of cake artinya
Baca
+Pustaka
Pesona Brondong Hebatku

Pesona Brondong Hebatku

Dia yakin satu potong cake tak akan membuat wanita itu mabuk, tapi jikapun iya, dia tak akan menyesalinya dan akan mengurus Geva, Axton tersenyum penuh arti. “Wah, apa kau yang membuat ini?” tanya Geva ketika melihat sepotong cake forest yang menggoda. Matanya langsung berbinar. Geva menggeserkan sedikit laptopnya dan menaruh gelas kopinya, dia mengambil sepiring kue dan memakannya dengan lahap. “Tidak, aku membelinya dari toko bakery di seberang gedung ini. Aku tidak punya waktu untuk melakukan itu,” ucap Axton dengan santai sembari dia duduk di sofa yang berhadapan dengan Geva.
8.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai look at that piece of cake artinya
Baca
+Pustaka
Dipaksa Foto Tanpa Busana oleh Suami

Dipaksa Foto Tanpa Busana oleh Suami

Tak sabar wanita itu langsung membuka isi kotak yang ternyata isinya cake keju yang super wangi dan juga nampak sedap untuk disantap. Elsa memotong menggunakan pisau kue yang sudah tersedia di dalam box. Rasa kue yang tidak asing dan sangat ia sukai. Ini sudah potongan keempat dan dalam setiap gigitan, ia merasa seperti Dejavu, berada bersama lelaki yang wajahnya bisa ia lihat dengan jelas. Elsa memegang kepalanya yang sakit, lalu meletakkan cake itu begitu saja di atas meja untuk segera mencari obat sakit kepalanya. ***
10113.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai look at that piece of cake artinya
Baca
+Pustaka
Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api

Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api

bisik Adipati Situmba Saat kue itu tiba dihadapan Pangeran Karna kemudian dia menatap kue itu dan dia ragu memakannya. Seorang pelayan yang telah melakukan rencana Adipati untuk menaruh racun di kue itu secara langsung berkata pada Karna,”Makanlah tuan, kue ini adalah lambang restu yang Maha Kuasa, supaya tuan bisa memimpin pasukan untuk membawa kemenangan!”
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai look at that piece of cake artinya
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Waitress

Terjebak Cinta Waitress

Maka ia tak mungkin untuk setor nyawa kesana hanya untuk membeli kudapan. Sesampai di toko kue secara tak sengaja ia melihat Rainbow cake, ah … , mendadak ia merasa begitu merindukan wanita ayu itu. Seperti masih dapat ia rasakan manisnya kue buatan istrinya, manis dan hangat. Tak mau berlama-lama dalam mengenang masa lalu, ia segera mengambil beberapa kue cup cake, dan menyerahkannya kepada pelayan toko untuk segera membungkusnya. Namun lagi-lagi matanya menangkap kastengel dengan bentuk khas. Taburan keju parut diatasnya benar-benar membuatnya mengingat masa-masa mereka saat sepakat untuk mengakhiri kontrak perjanjian di kawasan pantai waktu itu. ***
107.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai look at that piece of cake artinya
Baca
+Pustaka
Tingkat Dua

Tingkat Dua

" Ucapku kepada Bi Surti saat kedua tanganku masih memegang kue yang ada di loyang. "Karya seni spektakuler.... Keren banget!" Mataku berbinar melihat kue ku sudah terpajang apik di meja makan. Baru saja aku ingin memotongnya, kedatangan seseorang yang tidak begitu aku harapkan benar-benar mengganggu dan membuat potongan kue ku menjadi berantakan." "ABANG!!!" *** "Beli dimana, Ka?" saat ini aku dan Bang Saka sedang duduk berhadapan dengan menikmati sepotong kue di tangan.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai look at that piece of cake artinya
Baca
+Pustaka
Bhu & Akra

Bhu & Akra

“Bukan itu maksudku.” Cakra menyodorkan cup cake, agar Ana menggigitnya. Istri manisnya itu belum makan apa pun sejak dirias tadi sore. Setidaknya Cakra harus membuat Ana makan satu potong kue untuk mengisi perutnya. Ana menurut, ia menggigit lalu mengunyah dengan mata yang menyipit, itu tandanya Ana menyukai cup cake yang ia makan. “Maksudku, bagaimana rasanya malam pertama kalian?”
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 332 kali sebagai look at that piece of cake artinya
Baca
+Pustaka
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

"Harusnya dibaca bek!" "Itu tas!" "Iya. Akan tetapi bahasa asing sering kali memiliki pengucapan agak mirip!" Kaivan mulai menatapku penuh pertanyaan. "Dan, keseluruhan kalimatnya berarti apa?" "Kembali ke masa lalu." "Back to the past artinya kembali ke masa lalu?" Aku mengangguk. "Maaf, Naya. Aku terlalu banyak merepotkan."
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai look at that piece of cake artinya
Baca
+Pustaka
Terima Jasa Sewa Sebagai Istri

Terima Jasa Sewa Sebagai Istri

“Ini konsepnya lava cake gagal atau brownies trauma?” Lumi menatap hasil karya mereka beberapa detik sebelum akhirnya tertawa. “Ini abstrak. Nggak semua karya seni harus dipahami.” Akila mencoba memotongnya. Pisau nyaris tidak masuk. “Oke,” katanya akhirnya. “Kalau dilempar ke tembok mungkin temboknya yang retak.” Lumi spontan menutup wajahnya dengan kedua tangan, tapi ia tertawa juga. Tawa yang lepas. Tidak dibuat-buat.
591 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai look at that piece of cake artinya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status