Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LOVE IN A LOST CITY

LOVE IN A LOST CITY

terangku untuk meyakinkan Nathan. Nathan menatapku tak percaya. “Kalau kamu dirawat di rumah sakit, apa nama rumah sakitnya?” Aku mengingat-ingat nama rumah sakit itu. ”Ah iya, Rumah Sakit Umum Kota Saranjana.” “Hah? Mana ada nama rumah sakit itu di sini? Kamu sehat kan?” Nathan memegang dahiku, ia kira aku sakit dan bicara melantur.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai lorong rumah sakit
Baca
+Pustaka
Istri Dekilku Anak Sultan

Istri Dekilku Anak Sultan

Wanita itu mengangguk lalu memandangku hingga Pak pardi membelokkan mobil keluar gerbang. Jalanan masih belum macet. Tidak memakan waktu lama aku tiba di rumah sakit. Pak Pardi menurunkanku di lobby rumah sakit, diikuti dua orang pengawal yang datang dengan mobil yang berbeda. Lorong rumah sakit pada gedung teratai ini masih sepi. Karena gedung ini hanya khusus untuk pasien rawat inap dan ruang ICU. "Selamat pagi, Bu Shinta," sapa seorang pengawal yang berdirii dekat pintu ruang ICU.
9.22.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86.2K kali sebagai lorong rumah sakit
Tampilkan Ulasan (315)
Baca
+Pustaka
K Yeni
Semua bab rata2 14 poin, pas baca cuma bbp paragraf singkat bgt. Seharusny cukup 5 poin tiap bab. Kalau dihitung top up TERLALU MAHALLLL mending beli buku Dimana2 baca online lebih murah daripada buku
Aya Aisyah
Saya sangat suka membaca...dan di saat membaca di setiap cerita Saya seperti berada di dalam cerita tersebut. Intinya seperti sedang menonton film...jadi suasana yg di gambarkan tampak di depan mata seperti nyata.
Baca Semua Ulasan
Dibuang Badboy Dinikahi Mafia Obsesif

Dibuang Badboy Dinikahi Mafia Obsesif

Datang ke rumah sakit dan memeriksa beberapa hal penting terkait pelayanan dan logistik obat-obatan. Aroma antiseptik memenuhi udara di koridor rumah sakit. Derap langkah cepat para perawat terdengar berpacu dengan suara mesin monitor yang berulang-ulang berbunyi di ruang emergency. Laura berjalan cepat dengan jas dokternya yang sedikit terbuka. Wajahnya terlihat pucat, lingkar mata menghitam akibat kurang tidur.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai lorong rumah sakit
Baca
+Pustaka
Sang Villainess Memikat Tiga Pria!

Sang Villainess Memikat Tiga Pria!

Koridor lantai dua rumah sakit terasa terlalu sunyi untuk ukuran tempat yang sedang mempertaruhkan nyawa seseorang. Di ujung lorong, lampu merah bertuliskan Operasi Berlangsung masih menyala dan tak berkedip.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai lorong rumah sakit
Baca
+Pustaka
Pesona Hantu CEO

Pesona Hantu CEO

Matanya melihat ke sekitar, suasana tempat ini terlihat tidak asing. "Ini... Rumah sakit?" ucap Sion sendiri. Di sudut ruangan, Sion melihat Roura yang tertidur di kursi, di samping ranjang ayahnya. Terlihat alat-alat medis terpasang di tubuh ayah Roura. "Roura?" bisik Sion, sambil melayang mendekat pada Roura. Sion memperhatikan wajah Roura yang terlelap, sisa air mata masih membekas di pipinya.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai lorong rumah sakit
Baca
+Pustaka
ISTRI PERTAMA SUAMIKU

ISTRI PERTAMA SUAMIKU

Aku berlari menuju mobil dan menyetir kembali, mencari Rumah Sakit Panti Asih. Rumah Sakit Panti Asih yang terletak di pusat kota, merupakan salah satu Rumah sakit terbesar dan terbaik di Lampung, dan kebanyakan pasiennya adalah orang kaya. Setelah memarkir mobil dengan mudah karena area parkir luas dan tertata rapi, serta petugas yang siap membantu, aku berjalan dengan cepat menuju IGD. Untung saja tubuhku sudah kembali fit, bahkan pendarahan pasca kuret sudah berhenti, tinggal flek saja. Mungkin karena sudah banyak darah yang keluar ketika aku kuret. IGD, tampak ramai, tapi tetap teratur. Tak ada tumpukan pengunjung karena kehadiran orang dibatasi demi kenyamanan pasien. Begitu memasuki IG
1056.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai lorong rumah sakit
Baca
+Pustaka
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

Kompleks perumahan yang setahu Diana cukup elit di Semarang. Diana berhenti di depan rumah dengan pagar hitam yang menjulang tinggi. “Mba Novia, aku udah di depan rumah Bukitsari Raya IV Nomor 56 ya” Diana menelepon dari dalam mobil. “Masuk dulu ya Di, Mama belum selesai. Bentar aku bukain pintu” jawab Mba Novia dari ujung telephone. Ketika Diana melewati pagar, tak henti Diana kagum dengan rumah dua lantai bercat putih dengan pilar – pilar di depannya. ‘Ini mah istana, bukan rumah’ gumamnya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai lorong rumah sakit
Baca
+Pustaka
Menjadi Tawanan Tuan Mafia

Menjadi Tawanan Tuan Mafia

Koridor utama Rumah Sakit Antonio Medical Center pagi itu bermandikan cahaya keemasan matahari. Sinar mentari menembus dinding-dinding kaca setinggi langit-langit, memantulkan bayangannya pada lantai marmer putih yang mengilap hingga tampak seperti permukaan air yang tenang. Aroma khas rumah sakit—perpaduan antiseptik, cairan disinfektan, dan bunga lili segar yang diletakkan di sudut-sudut koridor—masih samar tercium, tetapi kini tidak lagi terasa mencekam.
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai lorong rumah sakit
Baca
+Pustaka
Cintai aku, Berondong!

Cintai aku, Berondong!

Rumah Sakit Pusat Linggabuana, Jakarta. Lorong rumah sakit yang biasanya tenang kini riuh oleh kehadiran puluhan pengawal dan beberapa wartawan yang berhasil mencium bau skandal. Namun, tidak ada satu pun yang berani mendekat ke area ruang operasi lantai tujuh.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai lorong rumah sakit
Baca
+Pustaka
Cinta Di Ujung Botol

Cinta Di Ujung Botol

ucap Rio sambil menatap mereka tajam, "jangan beri waktu untuk bicara. Jangan beri waktu untuk berpikir. Hentikan mereka." Mereka turun dari kendaraan. Petir menyambar langit. BANGSAL MRI – RUMAH SAKIT SAINT CRELIAN Lorong rumah sakit itu gelap, dingin, dan dipenuhi bau besi berkarat. Langkah Rio dan Zaria nyaris tak bersuara. Senjata di tangan mereka siap meledak kapan saja. "Tunggu," bisik Zaria, mengarahkan senjatanya ke panel logam tua di sisi ruangan.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai lorong rumah sakit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status