Jodoh Di Tangan Papa
Sang wanita mengulurkan tangan.
“Sorry ya Lovely, gue namaste aja soalnya bukan Muhrim,” kata Aarash seraya menempelkan kedua tangan di depan dada.
Sementara Kama pura-pura tidak mendengar, tatapannya tertuju pada kumpulan orang di lantai dansa.
“Itu nama malam ya Mbak?” tanpa maksud menyindir, Aarav bertanya demikian sambil menjabat tangan Lovely.