Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kinari dan Benang Waktu

Kinari dan Benang Waktu

Ada sesuatu di dalam suaranya yang menggetarkan — bukan amukan, melainkan kehangatan lebur yang menguji fondasi. “Keadilan bukan ilusi,” jawabnya, nadanya dingin namun kuat. “Ia adalah prinsip. Mungkin rapuh di tangan yang salah, tetapi hal itu bukan alasan untuk melemparkannya ke jurang. Kami dipanggil bukan untuk menilai kalau nilai itu layak atau tidak. Kami dipanggil untuk menegakkan, untuk menutup retakan waktu yang diakibatkan olehnya.”
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai lukisan dewi keadilan
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Paman Tunanganku

Menikah Dengan Paman Tunanganku

Akan tetapi para pembenci itu sungguh gila dan dengan cepat memberikan downvote pada postingan kami. Jadi, kami datang untuk mencari Xiezhi. Aku ingat Xiezhi melambangkan keadilan dan kejujuran. Hari ini, di hadapan binatang dewa Xiezhi kesayanganku, aku akan mengembalikan kepolosan Miss Anna dan memberikan keadilan kepada Miss Anna. " Setelah Gaurika selesai berbicara, seorang siswa perempuan yang sangat menyukai Anatasya juga angkat bicara.
9.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai lukisan dewi keadilan
Baca
+Pustaka
Dibuang Mantan, Dipuja Para Dewi

Dibuang Mantan, Dipuja Para Dewi

Melalui penglihatan khusus Pengobatan Ilahi dan Stat Karisma, Aris tidak hanya melihat niat busuk Candra, tetapi juga mendeteksi sesuatu yang janggal pada aura tubuh Tetua Kusuma yang duduk di ujung meja. ​"Pak Candra," ucap Aris dengan suara tenang yang menggema jernih di seluruh ruangan. "Latar belakang seseorang dinilai dari pencapaian dan tindakannya hari ini, bukan dari kejayaan masa lalu keluarganya. Dan soal uang jaminan kemarin, Komite Lelang dan Walikota sudah memverifikasinya secara sah." ​Candra tertawa sinis. "Lincah juga mulutmu, Anak Muda. Tapi di mata saya, kamu cuma orang luar yang mencoba memanfaatkan Wulan untuk merogoh keuntungan dari Kusuma Group!"
125 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai lukisan dewi keadilan
Baca
+Pustaka
Dewi Kristal

Dewi Kristal

ucap Kasim En sambil mengantar pergi Ratu Wen. Di dalam kelopak bunga… Dewei merasa menyesal dalam hati kenapa ia jadi menurut melayani Dewi Kristal Yu. Tujuannya mencari Dewi Kristal Yu untuk membawanya ke tangan Rajanya tapi kenapa ia bisa melakukan hal yang berhianat seperti ini! Dia pantas mati! erang Dewei sambil mengepalkan tinjunya. Dewi Kristal Yu memilihnya dan ia tidak sanggup menolaknya padahal ia tahu, hal itu merupakan penghianatan terhadap raja dan ia bisa dijatuhi hukuman mati.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai lukisan dewi keadilan
Baca
+Pustaka
Pelayan Kesayangan Sang Pangeran

Pelayan Kesayangan Sang Pangeran

Dia melirik Adrien yang sudah menatapnya tajam. “Kau membelanya sampai seperti ini, Aisar?” tanya Adrien. Dia menatap Elowen yang perlahan menundukkan kepalanya lagi. “Apa yang kau dapat dari semua kekacauan ini? Belas kasihan seorang pelayan?” Aisar terkekeh hambar. Dia melipat kedua tangan didepan dada. “Keadilan,” kata Aisar dingin. “Bukankah kerajaan ini sudah lama kehilangan keadilannya?”
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai lukisan dewi keadilan
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua: Lepas dari Marquess Menikahi Duke Utara!

Kesempatan Kedua: Lepas dari Marquess Menikahi Duke Utara!

Dialah yang mengajari Karin cara melukis sejak awal. 'Lukisan itu? Bisa dipajang di istana kekaisaran? Sungguh?' Batin Sasya. Bukan ingin menghina, hanya saja dia tahu betul kualitas lukisan Karin. 'Apa standar kekaisaran memang seperti itu?' Dia benar-benar heran. "Bunga? Tidak. Lady Granners tidak pernah menyerahkan lukisan bunga. Mungkin maksud Anda lukisan kupu-kupu. Dan yang paling terkenal adalah lukisan ksatria. Anda tidak tahu?" jelas Adel.
9.813.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 428 kali sebagai lukisan dewi keadilan
Baca
+Pustaka
WANITA LAIN DI RUMAHKU

WANITA LAIN DI RUMAHKU

"Cintamu adalah setiap makian yang kamu lontarkan pada ibuku. Cintamu adalah setiap tamparan yang kuterima saat istrimu ini tidak bisa menghasilkan uang untukmu. Cintamu sudah mati sejak lama, Adrian. Yang tersisa sekarang hanyalah keadilan." Situasi menjadi semakin kacau saat petugas pengadilan mulai menempelkan stiker penyitaan di perabot rumah. Dewi, yang menyadari bahwa ini adalah akhir dari masa kejayaannya sebagai wanita simpanan yang berkuasa, mulai bertindak nekat. Ia berlari menuju kamar atas, mencoba meraih tas-tas bermerek dan kotak perhiasan yang selama ini ia kumpulkan dari uang perusahaan. "Ini milikku! Mas Adrian yang membelikannya untukku!" teriak Dewi saat ia mencoba menyere
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai lukisan dewi keadilan
Baca
+Pustaka
Cinta di Balik Palu Hukum

Cinta di Balik Palu Hukum

“Mungkin ini pertama kalinya hukum benar-benar bekerja untuk rakyat, bukan untuk kekuasaan.” Mereka bertiga berjalan bersama melewati taman pengadilan. Langit mulai cerah, menembus awan kelabu yang perlahan terbuka. Revan berhenti sejenak, menatap ke arah horizon. “Kau tahu, Raisa… dulu aku pikir keadilan itu seperti pedang—tajam dan harus menebas cepat. Tapi sekarang aku tahu, keadilan lebih mirip cahaya. Ia butuh waktu untuk menembus gelap, tapi saat tiba… semua terlihat jelas.”
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai lukisan dewi keadilan
Baca
+Pustaka
Nilakandi

Nilakandi

batin Jovyan. "Ya maaf, itu loh Diwa ngelukis si setan, holy shit. Kemarin-kemarin kayanya nggak ada deh tuh lukisan. Serem beneran ih, Ta." Jovyan menunjuk lukisan perempuan bergaun biru berlatar laut menguning berukuran 90x90 cm yang tergantung di atas nakas. Lukisan itu benar-benar nampak... hidup? Perempuan di lukisan itu nampak tersenyum anggun, namun seberkas kilas cahaya di pelupuk matanya mengisyaratkan kelabu.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai lukisan dewi keadilan
Baca
+Pustaka
Putra Naga Pangeran Yang Terbuang

Putra Naga Pangeran Yang Terbuang

jawab Seno. Aryanaga menghela napas. Dia beranjak dari tempatnya duduk. Seno memperhatikan pemuda itu melangkah menuju ke sebuah lukisan. Seno baru menyadari kalau lukisan itu adalah lukisan dewi dengan gaun seperti ratu dari kerajaan kuno. Temanya mirip dengan lukisan Nyi Roro Kidul, mungkin yang membedakan adalah wajah, rambut serta beberapa kristal salju yang berada di sekelilingnya. “Bandi, bisa tinggalkan kami?” tanya Aryanaga. “Aku ingin bicara empat mata dengan beliau.”
1039.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 797 kali sebagai lukisan dewi keadilan
Tampilkan Ulasan (44)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y thor Ksatria Pengembara adalah CERSIL NUSANTARA Hadir sebagai Cersil Nusantara yang mengangkat cerita pendekar-pendekar dari seluruh nusantara, bukan hanya pendekarnya, tapi juga semua ilmu-ilmu yang melegendapun ada disini. UPDATE TIAP HARI Jgan lupa mampir y
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status