Bayangan Kelam
Meskipun ia merasa lega karena Malik memilih untuk pergi, ada bagian kecil dari dirinya yang merasa kehilangan.
Malam itu, Anisa duduk di depan kanvas kosong di kamarnya. Ia mulai melukis, membiarkan emosinya mengalir bebas. Setiap sapuan kuas adalah refleksi dari perjalanan hidupnya—penuh luka, harapan, dan cinta yang pernah ia rasakan.
Ketika lukisan itu selesai, ia menatapnya dengan penuh kepuasan. Di dalam lukisan itu, ia menggambarkan sebuah pohon besar dengan akar yang kuat, berdiri kokoh di tengah badai.
Hot Chapters