Main Api dengan Mafia
Tangannya menyentuh tengkuk lehernya, lalu menatap cupcake itu sejenak sebelum akhirnya menatap Nayla kembali—ada rasa bersalah yang tak bisa disembunyikan di sana.
"Saya... saya... m-minta maaf," ucapnya, terbata-bata. Kata-kata itu keluar dengan susah payah, seolah baru pertama kali ia ucapkan dengan tulus pada siapapun.
Nayla mengedip perlahan, terkejut. Cupcakes itu tampak biasa—tapi kata "maaf" dari seorang pria seperti Kenzo, adalah hal luar biasa.
"Saya tidak tahu cara lain untuk bilang kalau saya merasa bersalah... kecuali dengan cara yang bodoh begini," tambahnya, suaranya lebih rendah, nyaris seperti pengakuan.
Bab Populer