DIJODOHKAN MAMA
“Mama tahu kamu kuat, tapi jangan terlalu memaksa, ya. Kalau ada apa-apa, jangan dipendam sendiri. Reza pasti khawatir.”
Ziva menunduk sejenak, lalu tersenyum tipis. “Iya, Ma… aku ngerti.”
“Bagus.”
Mama Indri lalu menepuk tangannya.
“Nah, sekarang cicipi dulu masakan Mama, nanti kalau Reza pulang lembur langsung disuguhi yang hangat. Gak boleh ada wajah murung pagi-pagi.”
Ziva tertawa kecil, matanya sedikit berbinar
Hot Chapters