Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Ia bersujud di ambang pintu. "Ampun, Tuan Putri, Hamba melapor! Pendeta Agung Samudra telah memulai persiapan di Balairung," ucap dayang itu dengan suara bergetar. "Beliau mendirikan altar setinggi tujuh tingkat dengan cawan-cawan tembaga berisi api. Tujuh orang pendeta bawahannya juga sudah menempati posisi, merapalkan mantra sambil membakar kemenyan."
1014.5K viewsCompletedAdded to Library 565 Times as mandiri
Read
+Library
Takdir Miranda

Takdir Miranda

Namun, hasilnya masih nihil. Tiga hari kemudian, Miranda kembali ke kantornya, menyelesaikan urusan terakhirnya dengan sang boss. Baru saja is akan masuk ke ruangan sang boss, Tita memanggilnya dengan suara lantang. "Mir, sini dulu bentar!" "Apa, Ta?" Miranda penasaran. "Aku dapet info dari tetanggaku, ada sebuah pondok pesantren tradisional di daerah Kajoran, yang menerima santri dewasa. Tapi tidurnya dipisah, gak jadi satu sama santriwati lainnya."
4.5K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as mandiri
Read
+Library
Sisa Takdir

Sisa Takdir

"Mari masuk terlebih dahulu.” Saat mereka melangkah lebih dalam ke dalam kuil, suasana semakin sunyi dan sakral. Lilin-lilin kecil menerangi dinding batu yang penuh dengan ukiran kuno. Di dalam sudah ada seorang pendeta dan juga peralatan yang akan digunakan untuk sumpah darah. Mereka hanya membawa sedikit orang karena menjaga kerahasiaan ini sangat penting. Di tengah ruangan utama, sebuah altar sederhana telah disiapkan. Di atasnya, terdapat sebuah cawan berisi air suci dan belati perak yang akan digunakan dalam ritual.
103.0K viewsCompletedAdded to Library 115 Times as mandiri
Read
+Library
Di Antara Dua Sujud

Di Antara Dua Sujud

Aku menganggukan kepala. “Ya Ummi.” Aku segera berdiri dan berjalan keluar. Panti Al-Jannah cukup luas dan fasilitasnya sangat memadai. Ada taman kecil yang tertata rapi. Ada beberapa bangunan yang baru saja abi rampungkan. Khusus untuk pengurus panti. Aku tertarik berada di taman itu.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as mandiri
Read
+Library
Merindu Suamimu

Merindu Suamimu

Nathan buktinya. “Besok mau ke mana sama Anin?" ulang Nathan lagi. Ahh... aku sampai lupa dengan pertanyaannya. "Ngopi di Sudirman, ada temen jadi managernya Coffe shop gitu. Dia punya bakery juga di sebelah coffee shop, jadi sekalian aja." "Temen siapa sih? gue kenal kan?"
102.6K viewsCompletedAdded to Library 92 Times as mandiri
Read
+Library
Gemintang

Gemintang

Sudah banyak undangan yang berlalu lalang masuk ke gedung. Sherianne & Satya berjalan menuju venue, jelas keduanya jadi pusat perhatian. Beberapa undangan berbisik karena tak menyangka ada seorang Trisatya Sadajiwa—pemilik kedai kopi ternama disini dengan mantan istrinya yang cantik. “Tante, selamat ya,” Sherianne mengecup pipi kanan kiri orangtua pengantin wanita—Widya.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 205 Times as mandiri
Read
+Library
Dear Mantan

Dear Mantan

Meredakan gejolak rasa cemburu, yang terasa menggerogoti. "Minumlah." Menatap itu, buru-buru Alya meraihnya. Tenggorokan terasa tercekat, bila berhadapan terlalu lama dengan pria bernama Jimmy. "Tenangkan hati dan dirimu, Al. Datang ke kondangan mantan, perlu mental yang kuat." Pria berkacamata itu, kembali berucap. Duduk di samping Alya, ekor matanya mengitari seluruh ruangan pesta.
1012.7K viewsOn holdAdded to Library 483 Times as mandiri
Read
+Library
Dewa

Dewa

tanya beliau membuka topik pembicaraan. "Tidak Bu, loh memangnya Ibu tidak tahu kalau Dewa tidak masuk sekolah?" Rivani bingung. Nyonya Finda mempersilakan mereka masuk ke dalam rumah. Beliau juga mempersilakan mereka duduk, lalu melangkah ke dapur yang tak jauh dari ruang tengah. Ruangan mewah berfasilitas megah dengan sofa empuk kini menaungi mereka berdua. Permadani lembut melembar di lantai sebelah yang mereka duduki. Di sana berdiri satu set meja lengkap dengan benda-benda antik, seperti gucci, figura keluarga, vas bunga, dan ada satu patung sorvenir pernikahan.
9.97.7K viewsCompletedAdded to Library 262 Times as mandiri
Read
+Library
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

Kemudian Lingga dan Ciko melakukan tos. "Ciko, sekarang kamu bisa kembali di kursimu!" ucap Lingga kemudian Ciko kembali di kursinya. Setelah itu Lingga melanjutkan pidatonya. "Di tempat yang begitu indah ini, saya harap kalian semua bisa menemukan ketenangan, kedamaian seperti saya, jadi untuk itu saya persembahkan kepada kalian real estate dari KARTANAGARA GROUP, LEMBAH SURGA, Lembah dengan keindahan seperti surga. Selamat menikmati!" ucap Lingga terakhir penutup pidatonya dan di iringi dengan tepuk tangan yang meriah dari seluruh tamu yang ada disana. Lalu memotong pita merah yang ada disana bersama dengan Paman Pram. Riuh tepuk tangan mengiri pemotongan pita merah.
108.0K viewsCompletedAdded to Library 199 Times as mandiri
Read
+Library
Firdaus

Firdaus

Dengan cepat Rexi menarik tangan Afifah dan menyeretnya lagi ke arah Firdaus dan Haikal yang kini bergerak turun di tangga yang berlawanan dengan posisi mereka sekarang. Kali ini Afifah tidak ikut menggandeng Minah. Dan entah apa yang membuat Minah tidak mengikuti Rexi, Aldo dan Afifah, gadis itu justru terdiam di tempatnya melihat teman-temannya meninggalkannya. "Siti Aminah?" Panggil seseorang di belakangnya. Minah sedikit terkejut sebelum berbalik. Tampak Pak Imam baru saja selesai mengajar di suatu kelas, dengan membawa map dan berbagai buku pegangannya.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as mandiri
Read
+Library
PREV
123456
...
8
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status