Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Garwa, Satu Hati Sampai Nanti

Dia melambaikan tangan pada sopir agar mendekat ke arah mereka. Tergepoh lelaki paruh baya itu turun dan menghampiri dua perempuan yang masih berdiri di depan pintu. Sambil membungkukkan badan si sopir bertanya apa yang bisa dibantu. "Dobrak pintu itu, Pak. Anak saya ada di dalam," pinta Rukayah. Yanti dan sopir itu menatap Rukayah tak mengerti. Sebuah vila yang terlihat bagus dengan pemandangan laut dan pegunungan. Mana mungkin sopir tega merusaknya, jika si empunya nanti marah bagaimana.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 340 kali sebagai manusia rawa
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Nara lahir di dunia di mana awannya terbuat dari imajinasi dan sungainya mengalirkan melodi. Nara tidak tahu siapa Lia atau Arka, namun ia lahir dengan noda tinta di telapak tangan kanannya dan cahaya lensa di mata kirinya. Ia adalah prototipe dari manusia era baru—manusia yang tidak perlu belajar jujur, karena tubuh mereka adalah kejujuran itu sendiri. "The Forgotten Drafts"
902 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai manusia rawa
Baca
+Pustaka
Digoda Suami Gaib

Digoda Suami Gaib

“Ya... pada hakekatnya kami sama... kami ini bangsa jin, sebagai puncak tertinggi dari peradaban kami. Sama seperti manusia saja; kalian memiliki suku bangsa yang beragam-ragam, kan? Istilah ‘manusia’ adalah istilah yang digunakan untuk menamai kalian. Sementara kami ini adalah jin. Hanya saja, peri dan gandarawa berbeda suku bangsa. Kami memiliki bahasa sendiri dan budaya sendiri. Kami pun memiliki ketertarikan tersendiri terhadap manusia. Beda dengan kami yang menganut sistem patrilineal; peri menganut sistme matrilineal, di mana peri perempuan jauh lebih dominan ketimbang pria. Itu bagi budaya mereka, peri pria hanya akan menjadi budak ataupun dayang-dayang yang tidak akan bisa memuaskan
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai manusia rawa
Baca
+Pustaka
MENIKAHI PRIA BURUK RUPA

MENIKAHI PRIA BURUK RUPA

Di desaku memang jarang ada seorang anak yang memanggil Mama pada wanita yang sudah melahirkannya, kalau pun ada biasanya seorang anak yang baru pulang merantau dari kota. "Terima kasih, Nak. Kamu adalah wanita yang sudah membuat Wiji punya semangat hidup. Setelah tragedi kecelakaan yang membuat wajahnya rusak sehingga membuat takut semua orang. Ia bahkan pernah berniat untuk bun*h diri." Tangan wanita itu terulur dan mendarat di pundakku. "Iya, kah?" Wanita itu tampak menghela napas perlahan dan mengembuskannya sebelum melanjutkan ceritanya.
1055.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai manusia rawa
Baca
+Pustaka
ARWAH CINTA PENASARAN

ARWAH CINTA PENASARAN

Jawaban abah setengah berteriak. Hingga kurang lebih lima belas menit kemudian abah datang dengan membawa beberapa gelas air mineral dan menyuguhkannya pada Pak Bahri juga Karenina. Sesosok wanita keluar dengan gamis lebar dan kerudung khas perempuan Banjar yang telah berangkat menunaikan ibadah haji. "Dengan siapa kamu? "Tanya Mamah. "Dengan Karenina, Mah. " Wanita itu mengurungkan niatnya untuk duduk dan memilih tetap di tempatnya. Ia menatap Karenina dengan tatapan tajam.Mamah berbalik meninggalkan ruang tamu dan mengurungkan niatnya berbincang dengan Karenina. Beliau masuk kamar dan menutup pintu dengan keras hingga suaranya terdengar sampai ke ruang depan. "Brak!!! " Deretan kaca jendel
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai manusia rawa
Baca
+Pustaka
Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

** Di dunia manusia, Raden Buana dan para raja kerajaan lain tengah berkumpul di sebuah daratan terbuka di wilayah Maladewa. Mereka sudah bersiap menunggu datangnya purnama merah untuk melakukan ritual tapa jiwa. Simbol aneh berukuran raksasa pun telah dibentuk di atas permukaan tanah. Untuk bangsa manusia, mereka semua dipimpin oleh Raden Buana. Sementara Rowo Ireng memimpin bangsa lelembut dan siluman. Sedangkan semua hewan dipimpin oleh seekor gajah besar bernama Nimu. Penghuni hutan terlarang yang tempo hari membawa rombongan Lintang ke goa Nini Kedasih.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai manusia rawa
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan Manusia

Suamiku Bukan Manusia

Dan aku mulai sadar ke mana arah perseteruan Risma dan Mas Burhan. “Berarti ... k—kamu sekarang bukan manusia, Mas? Kamu bohong, katanya kamu masih hidup ... tapi kenapa hidupmu tergantung dari kalung itu? Itu artinya kamu bukan manusia, Mas! Kamu hanya sedang berperan menjadi manusia. Kamu bukan manusia betulan! Ternyata benar kata Risma, bahwa kamu pembohong! Kamu menipuku dengan kata-kata dan sikap manismu yang seolah-olah berubah menjadi lelaki yang baik. Tapi ternyata kamu membohongiku! Ak—aku jadi takut padamu, Mas ... ternyata suamiku bu—bukan manusia!”
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai manusia rawa
Baca
+Pustaka
MENANTU SETENGAH DEWA

MENANTU SETENGAH DEWA

Hakya tampak mulai terbawa emosi ketika mendengar orang tersebut menantang dan menghina Dewa. “Semua yang Dewa berikan kepada manusia itu adalah sebagai bentuk ujian. Dewa ingin melihat bagaimana manusia dalam menyikapi masalah, Dewa ingin melatih kesabaran manusia. Makanya manusia diberi cobaan kekeringan, diberi cobaan ketandusan seperti ini. Jangan kalian ikuti orang-orang ilmu hitam yang mengajak sesat ini!” ujar Hakya menghadap kepada para penduduk yang mulai berdatangan ketika melihat Hakya berani menantang orang-orang dari ilmu hitam tersebut.
9.888.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai manusia rawa
Baca
+Pustaka
Kelana Nirbatas

Kelana Nirbatas

timpal si pria yang tak lain adalah Rawa. Meskipun tahu sahabatnya sedang dalam kondisi murung dan gundah gulana, tak membuat Rawa menahan diri untuk tidak mengejeknya, ia tertawa dengan bebas bersama Koh Banar, menyamakan Arsha dengan hewan langka yang terkenal sebagai maskot Provinsi Banten itu. “Hus!” pungkas Rhea sambil menyenggol lengan Rawa, “Lagi galau dia Koh, baru aja dihinggapi kenangan masa lalu,” lanjutnya kepada Koh Banar.
9.93.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai manusia rawa
Baca
+Pustaka
Rawi, Sang Jejaka Super

Rawi, Sang Jejaka Super

“Takut apa? Takut pada orang yang tadi sore kita temui?” Rana manggut-manggut. “Kan aku sudah mengatakan berulang kali. Orang itu namanya Pak Salam. Dia manusia. Bukan sosok tanpa nama yang melayang-layang mencari korban. Zaman sudah maju, masih saja takut pada hal seperti itu,” kata Rawi sedikit tegas walaupun sejujurnya dia merasa geli sendiri. "Ini kan tempat baru bagiku jadi wajar dong kalau merasa takut. Aku masih perlu adaptasi," sanggahnya.
10940 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai manusia rawa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status