Kulihat
Mas Angga hanya mengangguk sambil menoleh ke belakang, ke arahku, bersamaan dengan itu tangannya yang besar menarikku agar aku kembali ke depan bahkan seperti ingin mendorongku ke arah pria asing yang kini mulai tampak mengerikan di mataku walau secara visual dia memiliki garis wajah yang nyaris simetris.
"Dia Maya," ucap
Mas Angga memperkenalkan diriku.
Aku terperangah beku berusaha menentang ketegasan sorot matanya dengan sepenuh ketegaran.
"Dia yang akan membantu kamu, dan aku harap kamu bisa segera memenuhi janjimu," tukas
Mas Angga.
Aku langsung menoleh menyergap wajah
Hot Chapters