Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
(Bukan) SUAMI PENGGANTI

(Bukan) SUAMI PENGGANTI

"Lalu, kalian ada dimana sekarang? Kenapa tidak ada yang memberi kabar?" "Maafkan kami, Ma. Kami baru saja tiba di Bali beberapa jam yang lalu." Jawab Bianca tidak enak. Dia tahu semua biaya bulan madu mereka hadiah dari Mama Maria. "Tapi, kalian baik-baik saja kan?" Tanya Mama Maria. "Iya Ma, kami baik-baik saja." "Tolong berikan teleponnya ke Dewa." Pinta Mama Maria. "Iya Ma, sebentar." Bianca berjalan mendekati suaminya. Dia memberikan ponsel dengan berbicara tanpa suara. "Mama mau ngomong."
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai matahari bali
Baca
+Pustaka
Mentari di Balik Awan

Mentari di Balik Awan

Penglihatannya sedikit kabur hingga sel darah putih membayang dengan jelas di mata wanita itu saking silaunya. Bulan ini Jogja sedang berada di awal musim hujan. Berita tadi pagi menyebutkan bahwa seminggu lagi akan memasuki puncaknya. Siang hari begini panasnya bisa membuat kepala pusing, dan sore hari hujan biasanya turun dengan awet hingga besok pagi. Seseorang di telepon kini masih saja bicara sampai membuat telinga Lian terasa lebih panas dari teriknya mentari di siang itu.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai matahari bali
Baca
+Pustaka
Mutiara Lembah Hitam

Mutiara Lembah Hitam

lanjut Susan dengan wajah sumringah. “Tapi aku tidak bisa tiap hari ke sini, Bu,” kata Nesa mengingatkan. Paling akhir pekan aku bisa mengunjungi Ibu. “Tak apa, Nesa. Ibu senang. Carikan Ibu dua orang untuk membantu Ibu di sini. Membantu membersihkan rumah dan membantu membuat kerajinan.” Susan benar-benar tampak bahagia. “Lagipula, tempat ini mengingatkan suasana di desa Ibu yang nyaman,” katanya sambil melihat-lihat ke luar memandang gunung Salak yang mencuat indah di kejauhan.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai matahari bali
Baca
+Pustaka
Teman tapi Menikah

Teman tapi Menikah

Ia melepaskan helm Cintara dan menaruhnya pada spion motor tersebut lalu keduanya melangkah masuk melewati jalan setapak untuk menuju ke bar tersebut. “Seumur-umur gue ke Bali, gue belum pernah nongkrong di sini.” Cintara mengulas senyuman kecil. “Katanya sih bar ini salah satu spot terbaik buat lihat sunset. Lo udah pernah ke sini?” Dante menggeleng. “Belum juga. Aku lebih sering ketemu sama klien di hotel atau di restoran perkotaan.” Begitu kakinya menjejak bar tersebut, keduanya tampak takjub. Matahari yang memancarkan cahaya orange dari ufuk barat terlihat begitu sempurna di sana.
8.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 311 kali sebagai matahari bali
Baca
+Pustaka
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

Dan akhirnya mereka bisa melihat sesuatu yang tidak pernah mereka sangka sebelumnya. Semua terpana saat melihat apa yang ada di depan sana. Sebuah bola cahaya raksasa yang tak lain adalah Matahari ciptaan Bara Sena terpampang tepat di depan mata. Matahari bercahaya terang itu diselimuti aura merah dan biru milik sang Raja Naga Air. Semua terdiam dan tak ada yang bersuara menikmati momen langka tersebut. Matahari ciptaan Bara itu memiliki ukuran setara dengan tiga kali besar salah satu gunung terbesar di tanah jawa. Sangat besar dan sangat menakjubkan. Cahaya terangnya pun sangat panas dan membakar. Untung saja ada empat pilar merah yang menyegel area pertarungan sehingga para penonton akan t
8.962.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai matahari bali
Baca
+Pustaka
On CEO's Bed

On CEO's Bed

Mata Alyssa kian berbinar melihatnya, dia lalu mengklik salah satu video yang menunjukkan keindahan Bali, dan tentu saja hal itu menjadikan Alyssa tersenyum senang. “Tempatnya sangat bagus, ayo! Kita ke sana. Aku ingin menikmati matahari. Di sini rasanya sudah lama sekali tidak benar-benar merasakan hangat matahari yang menyentuh kulit sampai berubah warna.” “Kamu tahu di sana juga ada pemandangan yang indah,” kata Lucy memberitahu keindahan alam wisata Bali yang pernah dikunjunginya beberapa kali.
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 390 kali sebagai matahari bali
Baca
+Pustaka
Luka Mila

Luka Mila

“Iya, semua diminta ikut ke Bali. Tapi misah.” Mila tidak banyak bertanya lagi. Ia sudah terlalu terbiasa untuk tidak perlu tahu lebih dari yang diperlukan. Hari itu juga ia berangkat. Cuaca Bali yang panas menyambutnya. Mila mengangkat tangannya menutupi sinar matahari dari matanya. Sambil mengambil napas panjang, ia menguatkan dirinya sendiri untuk bisa melewati hari-hari selanjutnya dengan baik.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai matahari bali
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta Paman Presdir

Gairah Cinta Paman Presdir

Suara kamera menangkap momen kebahagiaan mereka. Di Kuta, mereka menonton matahari terbenam di pantai yang ramai. Mereka melihat banyak orang yang berselancar, bermain voli pantai, atau sekadar berjemur. Mereka juga mencoba beberapa makanan khas Bali, seperti ayam betutu, sate lilit, dan nasi campur. "Mmm, enak sekali makanannya." Rubby berkata sambil mengunyah.
1090.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai matahari bali
Baca
+Pustaka
Petaka Di Gunung Rinjani

Petaka Di Gunung Rinjani

"Fair enough." Matahari naik lebih tinggi sekarang, cahaya emas menyebar di seluruh puncak. Dari posisi mereka, seluruh Pulau Lombok terlihat membentang di bawah. Pantai-pantai berkilau di kejauhan. Gunung Agung di Bali terlihat samar di horizon. Di bawah mereka, jauh di dasar kawah, Danau Segara Anak berkilau seperti permata biru. Begitu indah. Begitu damai. Begitu kontras dengan kekerasan yang terjadi di rim.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai matahari bali
Baca
+Pustaka
Istri Kecil CEO Tampan

Istri Kecil CEO Tampan

tanya wanita menatap Mentari dengan dalam. “Ibu dan Kakakmu sudah merawat dari kecil, sekarang saatnya kamu membantu kakak,” bujuk sang Ibunda. Mentari menelan ludah dengan susah payah sebelum menjawab permintaan sang ibunda. “Baiklah Bu.” ** Besok harinya Topan dan Ibunya datang ke Bali untuk menemui Mentari dan keluarganya. Topan dan Bulan duduk berdua di depan rumah, keduanya terlihat sangat serasi dipandang dari sudut manapun.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai matahari bali
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status