Kehidupan Kedua : Terbangun Di Tubuh Putri Kerajaan
Tutur Sang Panembahan yang berkata dalam arti, “Wahai rakyat Mataram! Hari ini kita saksikan kejayaan Mataram hingga ke tanah pesisir. Kuasa Mataram telah mencapai laut selatan. Namun ingatlah, Mataram tidak akan hidup karena senjata dan pasukannya, melainkan karena hati yang rukun, iman, dan kebaikan yang dijalankan!”
Rakyat kembali bersorak, lebih keras dari sebelumnya. Gamelan mulai naik temponya. Suara kendang, bonang, dan saron berpadu membentuk ritme yang menggugah semangat. Panembahan menurunkan tangannya, tersenyum tipis.
“Miwiti saking wayah punika... Perayaan Agung Rahayuning Mataram kawiwitan!” ujarnya tegas dalam arti, “Mulai saat ini... Perayaan Agung Keselamatan Mataram dimulai