Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LOVELY MAN

LOVELY MAN

Florist menunjuk contoh sebuket bunga mawar putih yang tersedia di meja bertingkat. "Kalau begitu, ya ... itu saya ambil, sebuket, tolong buketnya pilih warna merah ya." "Baik, Pak. Mohon tunggu sebentar." *** Sayangnya, bunga itu harus layu terlalu cepat, sama halnya dengan semangat Bhara yang menggebu saat berpikir akan menemui Maya di rumah untuk berbaikan, tapi terpaksa harus redup begitu dilihatnya Maya sedang mengemasi barang-barang.
109.4K viewsCompletedAdded to Library 299 Times as mawar layu
Read
+Library
Mawar Kecil Beracun

Mawar Kecil Beracun

"Pergi menyegarkan pikiran juga bagus, supaya kamu bisa tenang dan berpikir jernih." Levi masih diliputi amarah, nadanya terdengar datar saat matanya menatap ke luar jendela. "Nggak perlu jual sahammu. Kamu butuh berapa? Aku berikan." Selesai mengutak-atik ponselnya, dia melempar benda itu kembali ke meja. Beberapa menit kemudian, aku menerima notifikasi transferan. Melihat deretan angka yang panjang di layar, aku mencoba bicara lagi soal saham.
3.0K viewsCompletedAdded to Library 118 Times as mawar layu
Read
+Library

Maaf, Sudah Berlalu

Dulu aku memohon sangat lama pada Leon, baru dia mengizinkanku memasangnya. Aku membuang gelas pasangan yang dulu aku siapkan sebagai kejutan, tetapi tidak pernah dipakai Leon ke tempat sampah. Dulu Leon mengatakan bahwa dia akan membelikanku satu tangkai bunga setiap hari. Sekarang, vas bunga itu entah sudah kosong berapa lama, tampak penuh dengan debu. Permainan Ludo yang dulu sering kami mainkan bersama juga sudah berdebu.
5.9K viewsCompletedAdded to Library 213 Times as mawar layu
Read
+Library
MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

Cahaya lampion mawar hitamnya mulai padam satu per satu seiring dengan padamnya kekuasaan Maria. ​Aku menyandarkan kepalaku di bahu Fajar, memejamkan mata. Bahuku terasa perih, namun hatiku terasa sangat ringan. Audit ini akhirnya selesai. Neracanya kini seimbang. ​"Dit," panggilku pelan. ​"Ya, Nan?" ​"Besok... kita beli bibit mawar asli di pasar Bajo ya? Yang warnanya merah terang. Bukan hitam."
1.3K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as mawar layu
Read
+Library
Syahadat Cinta

Syahadat Cinta

Diam-diam Ahda tersenyum melihat tumbuhan mawar itu, sayangnya tidak ada bunga yang bermekaran, hanya batang dan daunnya saja yang berdiri tegak. Pernah suatu ketika Ahda bertanya pada sahabatnya itu tentang alasan ia menyukai tumbuhan mawar. Gadis itu mengatakan bahwa tumbuhan mawar mengingatkannya tentang kehidupan. Tidak ada hal yang mulus di dalam menjalani kehidupan di dunia. Tumbuhan mawar yang memiliki duri di batangnya membuat kita mengingat bahwa dalam menjalani hidup banyak duri yang menghalangi manusia. Ahda masih mengingat dengan jelas jawaban dari wanita cantik itu.
109.4K viewsCompletedAdded to Library 320 Times as mawar layu
Read
+Library
Sebentuk Hati untuk Jingga

Sebentuk Hati untuk Jingga

Kehadiran beberapa kupu-kupu dan kumbang semakin menambah eloknya pemandangan yang tengah mereka saksikan. Jingga hanya mengenal sedikit saja di antara semuanya. Mawar ada sebaris sendiri dengan berbagai warna. Ada merah, merah tua, pink, putih dan merah-jingga. Sembari melihat-lihat, Nindy menberi penjelasan singkat bunga-bunga yang ditunjuk Jingga. "Yang paling wangi kalo mawar ya ini, jenis yang Mawar Putri," ucapnya dengan jemari menyentuh mawar yang berwarna merah tua.
106.3K viewsCompletedAdded to Library 175 Times as mawar layu
Read
+Library
Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

“Tapi, Nyonya, biasanya bangsawan menanam mawar merah atau lily putih. Bunga matahari itu… lebih sering ditanam rakyat biasa. Petani.” “Mawar itu berduri dan ribet. Lily rapuh, gampang rusak,” jawab Valeriana santai. “Bunga matahari beda—kuat, ceria, dan bijinya bisa dimakan jadi kuaci. Fungsional, kan?” Anna dan Pak Ben saling pandang, sama-sama terdiam. Selama hidup mengabdi di kediaman bangsawan, baru kali ini mereka mendengar nilai sebuah bunga diukur dari apakah bijinya bisa dimakan.
9.938.4K viewsOngoingAdded to Library 1.2K Times as mawar layu
Show Reviews (30)
Read
+Library
Arum Naru
suka bgt sejauh ini, selalu tunggu bab baru nya, tapi semoga bab nya gak sampai 300an keatas kayak yg lainnya, udh sring stop baca novel gara2 dibikin mutar2 sampai ratusan halaman yg gak tamat2 soalnya, padahal bab awalnya bagus2. sekian sedikit saran dan semangat buat penulisnya
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Read All Reviews
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

ucapan Agista seolah membuat bunga teratai pun ikut bersedih karena pada saat yang bersamaan banyak sekali yang layu. Bunga teratai itu cepat mekar dan indah namun cepat pula layu, tapi bunga teratai mampu bertahan tumbuh walau pun di genangan air yang kotor sekali pun. Mungkin itulah kenapa Agista lebih memilih berteman dengan bunga teratai jika dia memiliki masalah ketimbang curhat pada teman-temannya. "Tidak!" Agista menjawab pertanyaannya sendiri.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 166 Times as mawar layu
Read
+Library
Bunga yang Layu Sebelum Ujung Jalan

Bunga yang Layu Sebelum Ujung Jalan

Warna kulit wajahnya memucat pasi seputih kertas dengan kelopak mata yang cekung dalam, membuat sekujur tubuhnya kurus kering hingga kehilangan bentuk proporsionalnya. Pada suatu petang, tepat saat dia sedang mengangkat botol minuman untuk dituangkan ke dalam mulutnya, dia mendadak menyemburkan darah segar ke atas lantai, menodai permukaan karpet yang berwarna cerah. Pandangannya seketika menggelap, membuat botol minuman di tangannya terlepas menghantam lantai dengan suara "prang", bersamaan dengan tubuhnya yang langsung ambruk tak sadarkan diri.
9.6K viewsCompletedAdded to Library 192 Times as mawar layu
Read
+Library
Ketika Tuan CEO Memintaku Kembali

Ketika Tuan CEO Memintaku Kembali

"Dia suka warna-warna lembut, seperti peach atau krem. Dia juga orang yang ceria dan penuh semangat." Aisyah berjalan menuju rak bunga, jarinya menunjuk beberapa pilihan. "Kalau begitu, bagaimana dengan mawar peach? Mereka melambangkan kekaguman dan ketulusan. Atau mungkin lili casablanca yang putih bersih, melambangkan kemurnian dan keagungan?"
886 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as mawar layu
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status