Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tetanggaku Maduku

Tetanggaku Maduku

papar Ayu tak lagi memanggil Sari dengan sebutan Mbak. Ambu, Abah dan Azam mengernyit, tak mengerti maksud Ayu. Wanita berjilbab itu kembali tersenyum, inilah saatnya pembalasan dimulai.
105.0K viewsCompletedAdded to Library 99 Times as mbak lala
Read
+Library
Kubalas Madu dengan Manisnya Racun

Kubalas Madu dengan Manisnya Racun

Kata perempuan yang dipanggil Bu oleh Mbak Rina. "Baik Bu," Setelah mengatakan itu Mbak Rina pergi entah kemana. "Maaf Nona Alea, kami tidak bisa menjual barang yang sedang dalam masa transaksi bersama orang lain." Perempuan yang umurnya kisaran 40an juga tak kalah ramah dalam melayani pelanggan.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as mbak lala
Read
+Library
Membalas Hinaan Mantan Suami

Membalas Hinaan Mantan Suami

Maya tertawa keras melihat adik Mas Bagas dengan teman lelakinya mirip preman. “Heh, bocil! Begini yang diajarkan Bagas sama kamu? Tadi dia ngancam, eh sekarang kurcacinya datang malak duit!” Mulut Maya memang lemas sekali. Mengatai Lala kayak kurcaci. Memang tidak salah dia mengatakan begitu, karena memang tinggi tubuh Lala tidak sampai 150 cm. Aku berusaha tetap diam, karena aku tidak boleh ikutan menghina postur tubuh Lala meski aku sebenarnya ingin tertawa. “Kamu ngapain? Mau malak duit?” Belum juga aku bertanya, Maya sudah mendahuluiku bertanya pada Lala. Wajah Lala tidak menunjukkan keramahan sama sekali termasuk lelaki di sampingnya.
8.4K viewsCompletedAdded to Library 209 Times as mbak lala
Read
+Library
Istri Kedua Dosen Dingin

Istri Kedua Dosen Dingin

Enak dan menyenangkan pokoknya. “Kak Lala mapres ya? Aku pernah liat wajah Kak Lala di website fakultas,” ujar seorang maba. Senyum merekah di bibir Lala,”Iya, aku mapres. Jadi malu fotoku ada di website.” “Makanya gabung ya, Dek. Biar bisa berprestasi kayak Kak Lala,” ujar Rosi. Nampak beberapa maba lain mengunjungi stand itu. Ada yang nampak mengabadikan momen dengan kamera ponsel.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as mbak lala
Read
+Library
Wanita Yang Pernah Kau Buang

Wanita Yang Pernah Kau Buang

geram Nana, ia sudah bisa menguasai dirinya saat ini. "Hahahahaha menguping? Heh ini rumah sakit, tempat umum. Kamu aja yang ngomong dengan suara kenceng lagi. Kalau menguping itu kamu dirumah dalam kamar dan aku di depan pintu nempel di pintu ini telinga. Bisa bedakan menguping dan kebetulan dengar? Huh untung adikku masih waras keluar dari rumah kalian." seloroh Mbak Lala lalu meninggalkan Nana yang masih terdiam dengan raut muka memerah menahan amarah.
11.4K viewsOngoingAdded to Library 455 Times as mbak lala
Read
+Library
Cermin Dari Nenek

Cermin Dari Nenek

Lala memukul tangan itu dengan timba air. Tangan busuk itu menghilang, Lala berdecak kesal karena gangguan itu tidak kunjung berhenti malah ditambah dengan bau harum daun pandan. "Datang lagi, heh! Mampus lu kali ini!" Lala memejamkan matanya dan merapal mantra penyerang, tubuhnya seketika dikelilingi oleh aura merah yang semakin lama semakin pekat. "Menarik," ucap pemilik bau daun pandan yang tak lain adalah Da Miko si Raja neraka yang juga tertarik oleh harum darah bulanan Lala.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as mbak lala
Read
+Library
Makin Lama Makin Asyik

Makin Lama Makin Asyik

Saking besarnya, diameter tubuh makhluk melata itu nyaris menyamai batang pohon pinang yang biasa ditebang dan dilumuri pelumas untuk perlombaan panjat pinang pada perayaan 17 Agustus. Sisik-sisik hitam keperakannya berkilat memantulkan hawa magis yang pekat. “Hmm... majulah kamu, ular celaka! Aku akan menghancurkan tempat terkutuk ini!” dengus Bhaskoro, tanpa rasa takut sedikit pun di wajahnya.
1022.4K viewsCompletedAdded to Library 694 Times as mbak lala
Read
+Library
PRAMESWARI

PRAMESWARI

kata Giga sedikit kecewa, "Kalau saya numpang duduk di sini, boleh kan, Mbak?" Si Mbak yang kalau dilihat dari badge bernama Mytha itu mengangguk dan tersenyum santun, manis sekali, "Silakan, Pak! Mau saya ambilkan air putih?" Mendengar suara si Mbak yang lembut dan merdu, Giga terkesiap. Seketika darah dalam jantungnya berdesir hangat dan tanpa dikomando dua kali, matanya sudah langsung merayapi tubuh si Mbak---Mytha---dari ujung rambut sampai ujung kaki. 'Putih, cantik, masih muda … Pasti masih segar dan wangi!'
107.5K viewsCompletedAdded to Library 223 Times as mbak lala
Read
+Library
Luka Yang Sisa Kenangan

Luka Yang Sisa Kenangan

Setengah tahun kemudian, Albert menyiapkan sebuah pernikahan megah untuk Luna. Kebun megah paling mewah di Kota Marina dipenuhi mawar putih, cahaya matahari berkilau di antara menara sampanye. Luna berdiri di depan cermin besar di ruang rias, menatap dirinya dalam balutan gaun pengantin putih. Rasanya seperti berada di dunia lain.
6.4K viewsCompletedAdded to Library 231 Times as mbak lala
Read
+Library
Terjerat Pesona Antagonis

Terjerat Pesona Antagonis

jawab Mbak Lala. Kaluna mengangguk, tangannya membalik-balik beberapa lembar pakaian yang disusun Mbak Lala dalam koper. "Ini udah cukup, Mbak. Alat mandi sama obat-obat Lavanya yang sekiranya penting juga udah masuk, Mbak?" "Udah, Nyah. Saya masukin ke kantong yang sini," Mbak Lala menunjuk kantong dalam koper yang berisi beberapa pouch berukuran kecil dan sedang.
103.8K viewsCompletedAdded to Library 88 Times as mbak lala
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status