Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

terangku. “Siap, Bu! Pokoknya apa pun yang Ibu perintahkan pada Mbok, pasti akan laksanakan dengan sebaik-baiknya. Pokoknya Mbok, akan basmi orang-orang yang sudah menjadi benalu dalam kehidupan majiamkan, Mbok. Enak saja mereka ongkang-ongkang kaki menikmati hasil keringat orang lain untuk gaya hidup untuk berfoya-foya itu namanya zalim dan sama saja dengan pencuri,” jawab Mbok berapi-api.
7.724.9K viewsCompletedAdded to Library 922 Times as mbak lala
Read
+Library
 LOVE YOU MBAK SANTRI

LOVE YOU MBAK SANTRI

Hari-hari yang sangat melelahkan belakangan ini, ku rebahkan badanku ke kramik. Sekilas bayangan Mbak santri melintas di benakku. Melambaikan tangan dan tersenyum. Cantiknya. Drrttt drrttt "Siapa sih ganggu orang?" grutuku. Segara ku ambil posel yang ada di sampingku. [Kang, buruan kemari]
103.9K viewsOngoingAdded to Library 156 Times as mbak lala
Read
+Library
Mata Elang

Mata Elang

tanya SPG gerai tersebut. “Yang paling baru dan bagus, Mas,” jawab Mawar bersemangat. “Baiklah Mbak, silahkan tunggu dan duduk dulu. Saya akan segera datang dengan ponsel yang anda inginkan,” jelas SPG.
108.2K viewsCompletedAdded to Library 319 Times as mbak lala
Read
+Library
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

gumam Lila, matanya tidak lepas dari simbol itu. “Perjanjian tidak pernah benar-benar hilang,” jawab makhluk kecil itu dengan suara mengejek. “Hanya dialihkan. Kalian telah membebaskan nenek buyutmu, tetapi kalian telah membuka pintu untuk sesuatu yang lebih besar.” Arga, meski tubuhnya lemah, berdiri di samping ibunya. “Apa yang kau inginkan?” Makhluk kecil itu tersenyum lebih lebar. “Tumbal.”
1.3K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as mbak lala
Read
+Library
Jebakan Manis

Jebakan Manis

Saat aku masih belum puas, Liam mendekat dan menyodorkan segelas minuman. "Aku nggak minum lagi. Hari ini sudah terlalu banyak minum, kalau lanjut lagi aku nggak bisa pulang," tolakku sambil menahan sensasi aneh di bawah sana. "Ini bukan alkohol, ini jus pereda mabuk. Minum sedikit saja agar perutmu lebih nyaman.” “Apa kamu merasa nggak enak badan? Aku melihatmu terus duduk di pojok sendirian. Bagaimana kalau kuantar pulang saja sekarang?"
3.5K viewsCompletedAdded to Library 109 Times as mbak lala
Read
+Library
Young Single Mom

Young Single Mom

Lula beranjak dari duduknya dan segera berjalan mendekati Ibu. "Itu ada yang jual Dakbal kesukaanmu!" Ibu mengangkat jari telunjuknya kearah kedai kecil yang ada disudut taman itu. Dakbal adalah ceker pedas tanpa tulang khas korea, salah satu makanan yang membuat Lula tergila-gila.
1011.0K viewsCompletedAdded to Library 407 Times as mbak lala
Read
+Library
Mencari Suami Bayaran

Mencari Suami Bayaran

Bambang membangunkan Lala dan Lulu menyuruh mereka makan sambil menunggu penumpang yang lain naik. "Mas, itu nenaskan?" tanya Lala "Iya La." jawab Bambang. "Buat siapa, Mas?"tanya Lala lagi. "Ya buat Mas dong biar ga eneg." kata Bambang. "Bukannya Mas Bambang alergi nenas? ntar gatal-gatal kulitnya loh." Lala mengingatkan. "Cuma sedikit La, ga bakal bikin gatel deh." Bambang membela diri.
33.7K viewsCompletedAdded to Library 775 Times as mbak lala
Read
+Library
Kubalas Hinaanmu, Mas!

Kubalas Hinaanmu, Mas!

IBU KOS "Waalaikumsalam. Eh? Iya, Mbak, maaf saya lupa. Besok in syaa Allah saya belikan ya, Mbak, saya benar-benar kelupaan. Maaf." Arini masih menatap kepergian tetangganya dengan perasaan tidak enak.
998.8K viewsCompletedAdded to Library 3.7K Times as mbak lala
Read
+Library
OM CEO, I LOVE YOU!

OM CEO, I LOVE YOU!

Malam telah turun menyelimuti Kota Jakarta dengan kerlip lampu yang mewah. Di dalam kamar utama Mansion Vanderwick, suasana tampak seperti baru saja terjadi ledakan di sebuah pusat perbelanjaan. Mikaila atau yang akrab disapa Lala duduk bersila di tengah gunungan kantong belanjaan berwarna-warni. "Wah, bando stroberinya ternyata ada lima macam warna! Tadi Lala kira cuma dua," gumam Lala dengan mata berbinar sambil mencoba satu per satu bando itu di depan cermin besar.
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 275 Times as mbak lala
Read
+Library
Silakan Ambil Suamiku, Mbak!

Silakan Ambil Suamiku, Mbak!

papar Mbak Wina. Ia berkata dengan begitu bijak, tetapi aku yakin, kalau dia berkata seperti itu hanya karena sedang berada di hadapan mertua dan juga suamiku. Seperti biasa Mbak Wina memang pandai sekali bersilat lidah. Ia itu seperti ular berbisa, yang siap menggigit dan menyebarkan racunnya.
1066.4K viewsCompletedAdded to Library 2.6K Times as mbak lala
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status