Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Misteri Kematian Suamiku

Misteri Kematian Suamiku

"Kalau memang kamu tidak bersalah, kenapa kamu melarikan diri?" "Karena aku tidak mau masuk penjara atas kejahatan yang kulakukan. Dengar, daripada kamu menghabiskan waktumu dengan ku, lebih baik kamu segera tangkap pembunuh itu. Uzi.. dia yang sudah membunuh suaminya sendiri. Wajahnya terlihat tidak berdosa, tapi dibalik itu dia adalah iblis yang kejam." Andika menutup ucapannya dengan seringaian di wajahnya. Sang petugas tidak mengatakan apa-apa lagi. Pria itu segera meninggalkan ruang interogasi.
102.2K viewsCompletedAdded to Library 76 Times as memoirs of murderer
Read
+Library
Di Sudut Memori

Di Sudut Memori

jawabku enggan. Dan, mengalihkan pandangan ke arah lain. Aku hanya takut. Bukannya ingin meledek. Dokter Yani memiliki wajah yang tidak ramah. Rambutnya yang penuh uban mengingatkanku pada sosok menyeramkan sewaktu mengalami halusinasi di hari aku berada di rumah sakit. Aku menceritakan kejadian seram waktu itu dalam pandanganku. Hingga, Dokter mengatakan kalau aku menderita penyakit skizofrenia paranoid.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as memoirs of murderer
Read
+Library
Memories in High School

Memories in High School

tanya Maudy dengan wajah seperti tak memiliki dosa. Jenifer memutar kedua bola matanya malas. "Halah, pura-pura bodoh atau gimana sih kalian? Udah jelas banget kalau Angga tadi hapus rekaman CCTV kemarin," ucap Jenifer dibarengi dengan kekehan pelannya.
4.3K viewsOngoingAdded to Library 166 Times as memoirs of murderer
Read
+Library
Catch Me If You Can

Catch Me If You Can

Untuk menjaga kenangan di masa tuanya, George menumpahkan kisah hidupnya dalam buku itu. Tentu saja di sana dia tidak bebas bercerita, karena dia diawasi ketat oleh para sipir penjara. George tak bisa memuat cerita seperti bagaimana perasaannya saat membunuh korbannya, bagaimana caranya menghabisi nyawa mereka, bagaimana cara dia menyingkirkan barang bukti, atau apa yang telah dia pelajari selama menjadi detektif bersama seorang teman lama.
107.2K viewsOngoingAdded to Library 150 Times as memoirs of murderer
Read
+Library
MISTERI KEMATIAN SANG BRIGADIR

MISTERI KEMATIAN SANG BRIGADIR

Walau apapun ancaman yang ada di hadapannya nanti. "Jo, kamu yakin? Jo, perlu kamu tahu ya. Morry itu pembunuh berdarah dingin. Semua korbannya mati mengenaskan. Mati dalam keadaan dimutilasi. Aku sarankan, jangan cari masalah dengannya!" titah Wira. "Gimana kalau dia yang sudah membunuh Ikhsan? Ya secara track recordnya seperti yang abang bilang , pembunuh sadis. Iya kan?" balas Jonathan. Wira dan Galang saling pandang.
103.3K viewsCompletedAdded to Library 130 Times as memoirs of murderer
Read
+Library
Catatan Detektif Kematian

Catatan Detektif Kematian

Tuan James mengibaskan tangannya dengan acuh sebelum membalas, "Aku tidak memintamu percaya padaku bocah. Pemimpin mereka adalah Marland the beast killer. Dia adalah pembunuh berdarah dingin yang membunuh lima puluh gadis di London dalam waktu semalam." "Pembunuhan pertama terjadi pada tahun 1610, berarti sudah dua ratus tahun yang lalu. Sekarang sudah memasuki tahun 1810, itu berarti siklus 50 tahun akan di mulai lagi. Di mana para gadis di Kota London akan diculik lalu dibunuh saat purnama terakhir di tahun ini," lanjut pria tua itu.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as memoirs of murderer
Read
+Library
Membalas Pembunuh Suamiku

Membalas Pembunuh Suamiku

“Kenapa kau berpikir dia pembunuhnya? Kau punya bukti?” “Aku menyekapnya. Dan sekarang dia sudah mendekam di penjara dengan tuduhan pemerasan dan perampokan. Tapi aku sempat memberinya sedikit kenang-kenang,” jawab Mei sambil terkekeh. Toni bergeming. Matanya menatap Mei, tapi pandangannya kosong. ‘Apa dia mencoba mengingat sesuatu?’ pikir Mei. “Keluar! Kau tidak akan menemukan jawabannya di sini.” Toni berdiri dan tiba-tiba saja segerombolan penjaga masuk.
103.9K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as memoirs of murderer
Read
+Library
Memoar Rasa

Memoar Rasa

"Eh iya juga sih hehehe. Ya aku cuman mau ngingetin aja sih, siapa tau kan lupa hehehe." "Gak kok mas, aku gak mungkin lupa. Lagian aku juga pengen spend my time only with you hehehe." "Bisa aja sih kamu ini bikin melelehnya. Tahu gak? Aku udah meleleh kaya es batu yang di taruh di tengah gurun sahara." "Ya ampun..." "Hahaha."
2.1K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as memoirs of murderer
Read
+Library
The Memories (BAHASA)

The Memories (BAHASA)

Mungkin abis ini dia harus creambath. "My, liat." Dia menunjuk orang - orang di luar kubikel. Mata yang menatap nyalang menyeramkan itu berangsur - angsur ciut, walaupun pisau cutter masih dipegang mantap di tangan kanannya. "Sekarang gue kasih tau. Kalo lo macem - macem di sini, mereka bakal nolongin gue, dan kalo lo selamet, lo bakal berakhir di penjara. Iya, gue bakal perkarain ini buat kasih lo pelajaran. Bukan karena gue benci sama lo, tapi gue mau lo sadar salah lo dimana dan lo harus mau nebus semuanya." Mental. Tatapan Amyra walaupun tidak sesadis tadi, tapi tidak juga kembali normal. Genggamannya di pisau cutter semakin kencang.
1012.0K viewsCompletedAdded to Library 335 Times as memoirs of murderer
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status