Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
NYUPANG BEDUL (PESUGIHAN BABI NGEPET)

NYUPANG BEDUL (PESUGIHAN BABI NGEPET)

(Tidak kemana-mana, cuma nyari angin,) jawabnya. "Luruh angin kok liwat mene? Ora liwat dalan arep bae?" (Cari angin kok lewat sini? Tidak lewat jalan utama saja?) tanyaku lagi. "Liwat mene kuh enak! Adem! Akeh angin," (Lewat sini tuh enak! Sejuk! Banyak angin,) ucapnya. "Ya wis, bu! Kirun permisi dikit, bokat dienteni wong ning umah!" (Ya sudah, bu! Kirun permisi dulu, takut ditungguin orang rumah!) jelasku.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai mencintai angin harus menjadi siut
Baca
+Pustaka
Bagaikan Daun Di Musim Gugur, Cintaku Berjatuhan

Bagaikan Daun Di Musim Gugur, Cintaku Berjatuhan

Cinta yang dulu pernah ada kini hanya menyisakan kehampaan. Chellyn berdiri dengan langkah sempoyongan. Tatapannya penuh kepanikan. Dia terus-menerus mencoba menjelaskan, "Nggak, bukan begitu. Aku nggak pernah berniat menyakitimu. Aku mencintaimu, Sayang."
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai mencintai angin harus menjadi siut
Baca
+Pustaka
My Love Blows

My Love Blows

Hembusan angin semilir yang sangat ramah ini membuat suasana menjadi sejuk-menyejukkan padahal sekarang sudah hampir menjelang siang. Carina yang masih sangat menggebu-nggebu begitu antusiasi ingin menceritakan perihal mengenai Xavier, dia seperti langit hitam yang ingin memuntahkan air bah karena takk bisa terbendung.
9.82.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai mencintai angin harus menjadi siut
Baca
+Pustaka
Perjanjian Gaib Untuk Kekayaan

Perjanjian Gaib Untuk Kekayaan

“Angin adalah pembawa kabar. Kita membuat jalurnya lurus.” Aku berdiri di tengah, dada menghadap barat. Sinta memegang salah satu bambu. Prawira melafalkan sesuatu yang tidak kumengerti, suaranya tidak terlalu keras, tapi tiap suku kata berhenti di tempat yang pas, seperti batu pijak di sungai dangkal. Angin yang tadinya liar pelan, tiba-tiba berhembus rapi, seakan ada saluran tak terlihat. Aku mengira ritual ini akan selesai tanpa gangguan. Aku salah.
651 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai mencintai angin harus menjadi siut
Baca
+Pustaka
KETIKA SUAMIKU MEMBAWA PULANG ISTRI BARU

KETIKA SUAMIKU MEMBAWA PULANG ISTRI BARU

"Kamu tahu? Cinta itu seperti angin. Tidak bisa digenggam, tapi bisa dirasakan. Kuharap, kamu pun bisa merasakan itu." Ada yang berdesir di dalam dada mendengar ucapannya. Sampai-sampai, bulu-bulu halus di lenganku meremang. "Selamat malam! Istirahatlah." "Selamat malam, Mas," balasku sebelum akhirnya sambungan ditutup. Kudekap erat ponsel di dada yang masih terasa berdebar-debar, lalu menyentuh kedua pipi yang terasa menghangat.
10215.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.2K kali sebagai mencintai angin harus menjadi siut
Baca
+Pustaka
Abby and Her Amulet

Abby and Her Amulet

"Saat angin berhembus, pejamkan matamu dan dengarkan apa yang ia katakan. Angin merupakan perantara dan pencerita yang jujur. Aku yakin kau akan menyukainya." Saat itu aku hanya mengangguk tanpa tahu maksudnya. Setelah itu aku selalu mencobanya. Tapi tak membuahkan hasil. Aku bahkan memejamkan mata sambil menangkupkan tangan ke belakang telinga. Hanya terdengar suara tak berkata. Aku mengadukan hal ini pada Nenek. "Mungkin ia masih malu untuk menyampaikan sesuatu padamu."
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai mencintai angin harus menjadi siut
Baca
+Pustaka
Romantic Hospital

Romantic Hospital

Ombak selalu beradu dalam malam sunyi Angin terus berlari-lari, tak peduli Aku ke sana-kemari sendiri Mencari sang pujaan hati Namun tak kudapati Sosokmu lagi Bagai tertusuk duri Pedih melanda hati ini Ingin kusampaikan rasaku pada angin Ingin kuadukan cintaku pada hujan Ingin kuceritakan rinduku pada bulan Betapa kumenantikanmu untuk mengulang kenangan
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai mencintai angin harus menjadi siut
Baca
+Pustaka
Dua Sisi

Dua Sisi

Anak Dewa harus belajar untuk melepaskan dan mengikhlaskan. Anak Dewa terdiam lama. Kini dia berusaha menerjemahkan cinta kearah yang berbeda. Cinta yang mendahulukan kebahagiaan orang yang dikasihi, bukan cinta yang semata ingin memiliki. Sekalipun untuk itu, dia harus membayarnya dengan kesepian dan rasa kehilangan sepanjang hidupnya. Mencintai angin harus menjadi siut... Mencintai air harus menjadi ricik...
1029.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai mencintai angin harus menjadi siut
Baca
+Pustaka
Lentera Kegelapan

Lentera Kegelapan

Mereka mau membantuku. "Angin, kabarkanlah kepada Maria, bahwa aku mencintai dia. Aku akan kembali. Dan Maria kamu harus sehat, kamu jangan sakit. Aku akan bertemu lagi denganmu wahai cintaku," kataku dalam hati. Beberapa elemen angin tampak saling berebut untuk mendapatkan mandat dariku. Aku bisa melihat beberapa pusaran angin bertiup meninggalkan tubuhku. Aku melihat pusaran angin itu sampai hilang di kejauhan.
1016.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai mencintai angin harus menjadi siut
Tampilkan Ulasan (42)
Baca
+Pustaka
Jordi Onsu
awalnya iseng ngisi waktu buka aplikasi ini buat cari bacaan, terus lihat covernya menarik kayaknya. Pas dibaca ternyata bagus, rekomended banget. Ide ceritanya bagus, penyajiannya juga keren, alurnya gak mudah ketebak. Goodjob buat penulisnya, terima kasih sudah bikin karya sebagus ini yah.
Ummi Musyadah
saya kira di GN isinya cuma novel esex-esex tentang Ceo, perselingkuhan, dan scandal. Saya kira juga penulis di GN cuma bisa nulis cerita yang cerita yg esex-esex doang biar karya mereka laku. Eh taunya ada karya dan penulis yang seperti ini, berani melawan arus dan mampu menyajikan karya yang beda.
Baca Semua Ulasan
Legenda Dewa Nusantara: Perang Dua Benua

Legenda Dewa Nusantara: Perang Dua Benua

"Dengarkan dengan hatimu, bukan telingamu. Angin adalah temanmu di sini. Kau tidak bisa memaksanya. Kau harus menyelaraskan diri dengan gerakannya, merasakannya mengalir melewati setiap serat tubuhmu." Gema memejamkan mata, membiarkan pikirannya tenggelam dalam keheningan. Angin mulai berdesir di sekelilingnya, menelusup melalui rambut dan jubahnya, menciptakan sensasi lembut namun kuat. Pada awalnya, angin itu terasa acak, seolah tidak ada pola atau arah yang jelas. Namun, semakin ia menenangkan dirinya, Gema mulai merasakan sesuatu yang berbeda.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai mencintai angin harus menjadi siut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status