Undangan
Walaupun dengan keraguan, Rayhan menemui juga orang yang mencarinya.
Ketika berada di lobi kantor, Rayhan melihat ada Sya. Timbul pertanyaan dalam pikirannya untuk apa Sya kemari.
“Ray! Kamu gimana sih, nih ponselmu ketinggalan”, sapa Sya lalu memberikan ponsel tersebut kepada Rayhan.
“Eh? Kok kamu mengantar ini? Repot-repot banget, sayang”.
“Gapapa, tadi ada yang telepon. Padahal aku angkat, tapi gak ada suara. Jadi aku pikir mungkin penting, makanya sekalian aku antar”.
Hot Chapters