AKIBAT HASRAT TAK TERBENDUNG
ucap papaku dengan marah.
"Iya, Pa, Papa kan pejabat negara, tolong Dona Pa, keluarkan Dona dari sini Pa," rengekku.
"Iya, Dona, sabar. Setelah dari sini aku akan menemui mereka yang telah menzalimi kamu!" ucap Papaku marah.
"Cepetan, Pa, sekarang. Dona tidak tahan Pa di sini!" rengekku lagi.
"Kalau sekarang belum bisa Dona, butuh proses. Tapi papa yakin kamu akan bebas!"