JIWA-JIWA YANG MALANG
Ah mungkin saja tahun depan!
Tidak tahu apa yang harus dilakukan Kelvin setelah lesu dalam perjalanan pulang, lantaran sedari tadi ia hanya duduk-duduk saja diantara ubin-ubin mushola sambil menghilangkan hawa penat, lesu, dan pegal. Maka tampak pula dari dalam ruangan, dari balik pintu kaca yang transparan Adelia seperti hendak keluar sambil menyepitkan kitab sucinya, pakaiannya masih mengenakan mukena lalu berpapasan juga dengan Kelvin dan memanggilnya dengan sebutan nama. "Adelia!" katanya. Maka betapa terkejutnya gadis itu setelah dihadapkan kembali dengan Kelvin, seolah jari-jari tangannya patah setelah Kelvin memberikan seutas tali yang melingkar mengikat sebuah buah-buahan hasil dari
Bab Populer