Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KESOMBONGAN DIBAYAR TUNAI

KESOMBONGAN DIBAYAR TUNAI

Setelah menutup teleponnya, beberapa menit kemudian Kak Murni mengirimkan screenshot lain berikut dengan caption untukku. [Ini teman Kakak ada yang menjadi penulis di sana juga. Gajinya bulan ini 13.000.000 rupiah, Kakak jadi tergiur juga nih. Terima kasih banyak ya, Raya. Kakak semangat, doakan bisa sukses menjadi penulis!] Bersambung
13.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 383 kali sebagai menulis di medium dibayar
Baca
+Pustaka
Dalam Pelukan Sang CEO

Dalam Pelukan Sang CEO

tanya Sarah penasaran. Bastian tersenyum tipis, lalu mengambil gadgetnya dan menunjukkan headline news yang sangat heboh hari ini. Sarah dan Zeline melihat layar gadget Bastian dengan serius, dan mata Sarah membulat sempurna setelah membaca dengan seksama. “Apa benar yang baru saja ditulis?” tanya Sarah, matanya penuh tanya. Bastian mengangguk, “Ini suruhan Hansen. Dia yang membayar media ini. Mudah bagi kita untuk mengatur berita yang kita inginkan dengan membayar media.”
1016.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai menulis di medium dibayar
Baca
+Pustaka
Setelah Bapak Tiada

Setelah Bapak Tiada

"Iya, iya, maaf. Oh ya, Rindu ... saya sepertinya butuh jasa kamu untuk menulis artikel di blog pribadi saya. Maksudnya tuh gini, saya yang sediain bahan baku artikelnya, kamu yang meramu. Seminggu wajib posting minimal 1 artikel. Bisa enggak?" "Bisa, insya Allah." "Saya cuma mampu bayar 2 juta sebulan, apa kurang?" Aku yang menyeruput kopi susu, tersedak mendengar nominalnya. "Dua juta untuk 4 artikel dalam sebulan, malah kebanyakan, Bu!"
1037.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai menulis di medium dibayar
Baca
+Pustaka
Istri Kontrak Sang Hafidz

Istri Kontrak Sang Hafidz

“Iya. Kok tahu?” Dia tersenyum. “Waktu itu gak sengaja nemu tulisanmu. Di meja.” Aku gugup. “Itu… cuma tulisan harian aja, Kak. Gak penting.” Rayyan mengangguk. “Tapi isinya dalam. Tulus banget. Kamu pernah kepikiran kirim tulisan ke media?” Aku menggeleng. “Belum berani.” Dia diam sebentar, lalu berkata, “Aku punya kenalan. Platform islami. Mungkin kamu bisa coba.”
722 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai menulis di medium dibayar
Baca
+Pustaka
GAMBAR SUAMIKU DAN SELINGKUHANNYA DI BALIHO RAKSASA

GAMBAR SUAMIKU DAN SELINGKUHANNYA DI BALIHO RAKSASA

Nama mana oi namanya mana, Bilqiiis! *** BERSAMBUNG …. TAP LOVE DAN KOMENTAR DULU YUK! Dapatkan penghasilan mulai dari Rp. 1.000.000 dari nulis di PF online. Kerja sehari satu jam doang dan sambil rebahan, bisa cuan jutaan! Pelajari caranya di Kelas LTF (Latih Tulis Fiksi)!Daftar di sini ya! 0823-0614-5892 (admin Ara) Cek dulu I*******m : @kelasmenulisonline.ltf
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai menulis di medium dibayar
Baca
+Pustaka
Suami Kiriman Bikin Nyaman

Suami Kiriman Bikin Nyaman

Karena, media sosial itu menyebar bukan dalam hitungan hari, tapi sepersekian detik bisa sudah menyebar tak terkendali. "Kita bayar mereka, Mas?" "Iya, Dek. Mana ada yang gratis di zaman sekarang ini?" "Berapa? Mahal, ya?" Dia mengacak lembut kepalaku. "Sudah tidak usah dipikir. Itu urusan aku."
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai menulis di medium dibayar
Baca
+Pustaka
NANNY TO MOMMY

NANNY TO MOMMY

"Papah jangan sembunyi-sembunyi, kasih duit ke mereka. Papah juga akan puasa, nggak ada jatah sebulan." Ilene dan Darris hanya bisa saling menyubit. "Aku bisa cari makan sama kawan. Cowok mah gampang. Kau cari di mana?" "Bagi aku lah. Aku nulis belum dapat duit, banyak yang baca tapi masih gratisan. Mau buat yang berbayar masih banyak yang ngeluh mahal." curhat Ilene. Sebenarnya ia ingin membuktikan ke orang tuanya, jika menulis itu tidak sia-sia. Hobby-nya bisa berbayar, tapi ia tahu bundanya tak ingin Ilene terjun pada dunia yang tak pasti.
9.992.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai menulis di medium dibayar
Tampilkan Ulasan (47)
Baca
+Pustaka
Rizka Ahmed Syukri
makasih banyak mak uda nyajiin cerita yang luar biasa bangusnya, jujur aku jarang nunggu update novel, tapi karyamu berhasil ngipnotis aku, bawaannya mau check update terus, untung ga bayar macam toilet umum, kalo ga uda bolong dompetku,, cipok bassah dari penggemarmu di Palembang 😘😘😘
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Sentuh Aku Lagi, Sayang!

Sentuh Aku Lagi, Sayang!

Urusan keluarga tidak lagi relevan. Suara Ben kembali profesional, menghitung risiko dan untung. “Oke, oke. Aku ngerti. Tapi berita kayak gini ... harus ekstra hati-hati. Harus pakai sumber ‘anonim’ yang kuat, framing yang bikin publik langsung judge. Itu kerjaan berat. Berapa bayarannya?” Arkha langsung menyebut harga. “Dua puluh juta.”
1037.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai menulis di medium dibayar
Baca
+Pustaka
Undangan Pernikahan Suamiku

Undangan Pernikahan Suamiku

Aku tidak memiliki laptop. Namun, Ibu tak pernah mau mengerti. Mungkin baginya menulis itu hanyalah pekerjaan yang tabu. Tidak akan menghasilkan. Terserahlah! Asal Ayah mendukungku. *** Bulan berikutnya, aku memeriksa penghasilanku di salah satu aplikasi kepenulisan online. Tidak ada kontrak di sana. Pemasukan hanya dari pembaca. Jika, ada yang membuka kunci, maka aku akan dapat bagian dari sana.
1034.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 767 kali sebagai menulis di medium dibayar
Baca
+Pustaka
Terjebak Obsesi Cinta Mafia Kejam

Terjebak Obsesi Cinta Mafia Kejam

“Cari tahu siapa yang menulisnya.” “Kenapa Sir?” tanya Aland yang begitu heran. “Aku harus memberinya sedikit uang untuk makan.” Garvin menunjuk profil orang itu. “Dia harus tetap sehat agar bisa mengetik yang bagus-bagus tentangku.” Aland mengangguk ragu. Ia menggeleng pelan. “Berapa, Sir?” “500 dollar saja. Jangan banyak-banyak. Aland mengangguk. “Nanti saya akan mengirimkan uangnya pada orang itu.”
1060.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai menulis di medium dibayar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status