Memory
Namun, saat sampai di bibir pintu kamar mandi, terdengar ketukan dan suara Edlyn.
"Ma! Sudah bangun?! Seragam untuk hari Rabu di mana, ya? Terus bandana warna hitamku kok nggak ada? Ma!?"
Aku melorot dari punggung Aksara. "Bapak dan anak sama, tidak bisa menemukan barang milik sendiri. Oh, ya, Tuhan ...." desisku.
"Ma! Mama, lihat earphone tidak?!" Suara Amanda ikut menyemarakkan dunia pagiku.
Hot Chapters