GAIRAH CINTA TERLARANG
Jantungku berdetak bagai genderang yang ingin perang.
"Papa pengen, Ma," bisiknya di telingaku. Tangannya mulai menjelajah area sensitif. Senyum nakal dengan memasang wajah mesum.
"Nggak mau, Mama capek, Pa," Protesku manja. Seharian lelah menjalani setiap prosesi akikahan Arisya. Tubuh terasa lelah dan segera ingin bertemu dengan ranjang.
"Ma, nggak sayang sama Papa, hampir tiga bulan lho, Ma," Rengeknya manja.
Hot Chapters