Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Inikah Rasanya Cinta

Inikah Rasanya Cinta

Sana, Clara melihat kafe baru. Chocho Café, begitulah plang yang tertulis di atas kafe itu. Ketika lampu merah menyala, dengan penuh semangat Clara menyeberang. Dia sudah tidak sabar untuk tiba di tempat itu dan menenangkan dirinya di sana. Tampaknya suasananya sangat hangat. Clara bisa merasakannya dari sini. Tapi kemudian, kejadian itu terjadi begitu cepat. Ketika
103.1K viewsCompletedAdded to Library 112 Times as midnight cafe
Read
+Library
Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO

Menjadi Ibu Pengganti untuk Anak CEO

"Kau makan saja sepuasnya. Tapi jangan sampai nanti kau kesulitan jalan karena terlalu kenyang." Jasmine hanya menjulurkan lidahnya sebelum mereka berdua melanjutkan perjalanan ke sebuah kafe kecil yang buka sepanjang malam. Setelah beberapa menit berjalan kaki, mereka tiba di depan sebuah tempat makan sederhana namun nyaman. Jendela kacanya memancarkan cahaya hangat, memberi kesan tenang di tengah dinginnya dini hari. Sebuah papan neon bertuliskan ”Midnight Bites” berpendar lembut di atas pintu masuk.
109.3K viewsCompletedAdded to Library 204 Times as midnight cafe
Read
+Library
The Stranger's Lust

The Stranger's Lust

[Leyna POV] Aku mengambil pesananku saat namaku dipanggil dari bagian ‘take order’ oleh seorang pegawai di café tersebut. Sebuah iced caramel machiatto untuk menemani jam bebas selepas jam kegiatan ballet. Duduk di sebuah meja untuk dua orang yang berdampingan dengan sebuah kaca yang menampilkan pemandangan kota sore hari. Me [Aku di café. Kau mau kupesankan sesuatu?]
105.9K viewsOngoingAdded to Library 212 Times as midnight cafe
Read
+Library
Pemulung Konglomerat 2

Pemulung Konglomerat 2

Angel pun mengikutinya dari belakang. Beberapa saat kemudian, tibalah mereka di salah satu Cafe yang terbilang cukup mewah. Dengan tampilan bangunan yang terbuka dan langsung menghadap kearah jalanan. Ada tiga lantai, dengan lantai yang paling atas terlihat seperti “Rooftop” yang dihiasi lampu-lampu. Mungkin, Cafe itu akan lebih terlihat bagus saat malam hari. Brum – brum! Brak!
9.3124.8K viewsOn holdAdded to Library 3.7K Times as midnight cafe
Show Reviews (75)
Read
+Library
A_W
Halo, Kakak-kakak semua, wah udah lama ga update yak? Maaf ya, saya udah coba buat ngelanjut next bab nya, tapi sepertinya rada-rada susah gitu, hehe. Mungkin, efek dari ga bisa ngudut kali yak, wkwk, puasa... Tapi tenang, berhubung makalah untuk kuliah udah kelar, lusa saya udah mulai aktif lagi.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Obsesi Liar CEO

Obsesi Liar CEO

Yang bernuansa romantis itu membuat Grace terkesan bahwa Marvel benar-benar pandai dalam memilih cafe ini. Mereka di sambut hangat oleh pelayan cafe. Marvel mengambil buku menu lalu ia mulai mengambil pesanan. Hari ini, Marvel akan memesan makanan yang manis. "Saya pesan Cafe Promenades D’ete, Peach Grey, Rainbow Cake, Fish Bread Ice Cream, Mendl’s Courtesan au Chocolat. Terus ini dibungkus ya, Bungeo-ppang, Yakgwa, Songpyeon, Hotteok. Minuman Macchiatonya 2."
1047.3K viewsOngoingAdded to Library 1.9K Times as midnight cafe
Read
+Library
PENGGARIS SEGITIGA

PENGGARIS SEGITIGA

Tempat yang cukup jauh dari apartemennya. Jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari, ketika Selena sampai di café itu. Beruntung sekali café itu buka 24 jam. Walaupun Selena tidak menemukan Raymond, setidaknya Selena bisa memesan sesuatu yang hangat untuk perutnya yang berbunyi begitu kencang. "Susu coklat panas," pesan Selena sambil membayar minumannya.
106.6K viewsOngoingAdded to Library 132 Times as midnight cafe
Read
+Library
PURA PURA JADI ISTRI TUAN MUDA

PURA PURA JADI ISTRI TUAN MUDA

"Gak ada mau nyari aja, bolehkan?" "Eh, i-iya, gak apa," jawabku. Dan beginilah kami, duduk di depan sebuah cafe bertema Paris yang menghidangkan minuman susu coklat yang lezat. Ada meja mini dengan dua kursi, ornamen dinding hingga pagar dihias bunga bertema ungu dan pink, sedang terali pagar dan pintu terbuat dari besi yang berbentuk artistis, aku mengagumi tempat yang baru pertama kali kudatangai ini meski berkali-kali hanya mampu menatapnya dari jauh, karena tempatnya memang khusus pelanggan premium.
3.2K viewsCompletedAdded to Library 90 Times as midnight cafe
Read
+Library
I Coffee You

I Coffee You

Ratna menganggukkan kepalanya tanda jika tidak masalah dan langsung menyebutkan pesanannya. Menatap isi cafe yang selama ini didatanginya, interiornya memang sederhana dan minimalis, tempat nyaman untuk mengerjakan apapun disana karena memang tempatnya tenang. Menyadari satu hal dimana design cafe ini mengingatkan dirinya tentang masa lalu, design yang dibuat secara iseng pada saat mereka jalan. Ratna seketika menggelengkan kepalanya jika apa yang dipikirakannya itu terlalu jauh, tidak mungkin semua yang ada dalam kepalanya itu memang kenyataan.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 27 Times as midnight cafe
Read
+Library
Rahasia Kekayaan Sang Barista

Rahasia Kekayaan Sang Barista

Natal, sekali lagi, terasa seperti sebuah ritual kosong yang tak mampu mengisi kesendirian di hatinya. Malam itu, entah mengapa, Xander sudah berdiri di depan Hotel Filantrofi, dikelilingi pemandangan malam Natal yang temaram. Ia berencana menghabiskan malam ini dengan santai, menikmati hidangan eksklusif di Restoran The Cafe, tempat yang dikenal hanya untuk kalangan elit. Restoran The Cafe bukan sekadar tempat makan, tetapi sebuah pernyataan kelas. Masakan Perancisnya disiapkan langsung oleh chef dari Paris, dengan cita rasa otentik yang tak bisa ditemui di sembarang tempat.
1037.9K viewsCompletedAdded to Library 758 Times as midnight cafe
Read
+Library
Jerat Pesona Istri Simpanan

Jerat Pesona Istri Simpanan

Cafe itu terletak di tepi danau, dengan pemandangan yang indah dan udara yang sejuk. Maudy kemudian memesan secangkir cappuccino dan sepotong kue cokelat. Ia duduk di dekat jendela, menikmati pemandangan danau yang tenang. Dengan pemandangan matahari sore mulai terbenam, menghasilkan gradasi warna jingga dan ungu yang indah di langit. ‘Indah sekali, memang hanya alam yang bisa buat suasana hatiku menjadi tenang.’ Batinnya.
105.0K viewsCompletedAdded to Library 168 Times as midnight cafe
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status