Selubung Memori
“Soal mimpi Fal, semalam aku tidur bersama Fal, dan aku tidak mengerti bagaimana prosesnya, tapi mimpinya jadi berpindah. Kurasa aku mengalami mimpi yang sama seperti Fal. Aku tidak bilang kalau tahu mimpi bisa berpindah, tapi rasanya itu terjadi.”
Tara menatapku untuk beberapa saat. “Forlan, jangan bahas ini.”
“Aku ingin kau menulis ini. Kuharap aku bisa membantu banyak hal. Tanya saja. Kalau tidak mampu, aku pasti bilang.”
Tara tidak meminta cerita, tetapi aku sudah cerita, dan kusadari aku hampir melupakan garis besar mimpi itu. “Aku diserang di hutan. Dia seseorang dengan riak gelap dan sabit besar. Lenganku putus. Tengkorak muncul. Rangka lengannya menikamku berulang kali. Aku—” Sorotku
Bab Populer