Jiwa yang Berbeda
"Tapi ternyata kamu sedang tidur. Kamu menangis hebat dalam tidurmu, Yasmin. Begitu dalam, sampai kamu tidak merasakan genggaman tanganku. Aku tidak tega membangunkanmu karena takut kamu akan syok, tapi melihatmu serapuh itu... aku memutuskan untuk memelukmu. Hanya ingin menenangkanmu. Aku tidak menyangka kalau aku sendiri akhirnya ikut tertidur. Maafkan aku."
Yasmin terdiam, mencoba memeras ingatannya. Biasanya, ia selalu ingat setiap detail mimpinya begitu matanya terbuka. Namun kali ini, ingatannya kosong melompong. Hanya ada rasa sesak yang tertinggal di ulu hati, sisa-sisa emosi dari mimpi yang ia lupakan. Ia menyentuh sudut matanya yang masih bengkak. Penjelasan Adrian masuk akal; waja
Bab Populer