Cinta untuk Mama Muda
Alina menggelengkan kepalanya, “Alina mau lihat lukisan ma. Kemarin, guru memperlihatkan lukisan monalisa ke Alina. Katanya, kalau ke museum, akan ada lebih banyak lagi. Boleh ma?”
Ucapan itu menyentuh perasaan Elmi. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa anaknya tertarik pada hal yang biasanya bagi orang lain membosankan. Biasanya, orang lain tidak akan mau ke sana, karena di sana tidak bisa berisik. Namun, Alina memiliki alasan yang cukup logis.
“Iya nak, tentu saja boleh,” jawab Elmi.
“Yeay!! Terima kasih mama,” senangnya.
Hot Chapters