Pelayan Ibu Tiri dan Dua Putri Cantiknya
Kita naik mobil Ayah saja ya ke tempat gym-nya, Papa ingin sesekali menikmati jalanan.
"Iya Yah, biar aku yang nyetir," jawabku sambil menerima kunci mobil BMW hitam milik Ayah.
Aku memacu mobil dengan tenang menembus jalanan sore yang mulai padat.
Di perjalanan, kami kembali mengobrol mengenai aksi begal tadi, hingga pembicaraan beralih ke sosok Risma. Ayah berkali-kali memuji kecantikan dan kesantunan Risma, seolah beliau benar-benar sudah merestui hubungan kami.