Menuju Matahari
Ada yang belang hitam-kuning memimpin di depan, disusul ular bersisik hijau, belang hitam-putih, dan yang paling luar biasa di urutan buncit adalah seekor ular sanca dengan badan sebesar gedebog pisang dewasa.
Semua melata melewati Pramesti dan Ningrum. Si ular hitam-kuning dengan santai naik ke tungkai Ningrum lalu mendaki hingga leher. Yang lainnya berombongan menaiki amben. Pria pertama langsung pucat, terpojok di sudut dan mengibaskan tangannya untuk melakukan pengusiran. Keris pun dikibaskan mirip kemoceng.
“Hush, hush! Pergi! Pergiiii! Ini apa? INI APAAAA!?”