TERLAHIR KEMBALI UNTUK MENGUBAH TAKDIR
Senyum itu bukan lagi senyum yang ceria, tapi lebih seperti senyum penuh harapan.
Sore itu, taman dipenuhi cahaya keemasan yang hangat. Angin semilir meniup dedaunan, membuat suasana terasa damai. Arga duduk di bangku taman, sementara Sylvia mendorong ayunan pelan-pelan dengan kaki, menikmati hembusan angin sore.
"Kaze Kimochii... (Anginnya mengenakkan) Hari ini enak banget ya… adem, nggak panas, nggak dingin," ucap Sylvia sambil menengadah ke langit.
Bab Populer