(Bukan) Istri Kontrak Dokter Arogan
Ada getir di sana yang tidak sepenuhnya ia mengerti.
“Karena Mas Abra hanya memanfaatkan saya. Pernikahan ini hanyalah sebuah kontrak. Saya hanya menjadi istri kontrak sampai Mas mendapatkan jabatan yang Mas inginkan. Saya tidak bisa melanjutkan pernikahan seperti ini, apalagi memberikan pewaris secara cuma-cuma.”
Abra diam. Tak ada pembelaan, tak ada bantahan. Ia hanya menatap, seolah kata-kata Serayu menamparnya telak.