JANGAN HINA AKU MANDUL
Aku berontak melihatnya menjauh, ingin sekali aku bisa meremas mulutnya dan menghajarnya tanpa ampun.
"Apa buk? Ibuk marah ya? Buk, bukannya aku gak suka anak ibuk? Hanya saja kalian semua telah mengelabuiku dengan iming-iming kekaya'an ini kan? Jadi siapa yang gak tergiur. Jadi biar aku rampas dulu walau tak seberapa, abis itu terserah ibuk mau mati atau apa.. Hehe," ujarnya dengan tawa renyah. Sepertinya wanita itu sengaja membuatku semakin shock dan cepat mati. Gak, aku harus kuat. Aku gak boleh lemah. Aku harus bicara dan bangkit lagi seperti dulu. Setidaknya aku harus kuat untuk minta maaf sama Arum. Sungguh azab ini begitu menyiksa, aku dihantui rasa bersalah yang hebat.
'Aku mohon Tuh