Madu Pilihan Mertua
“Kamu kuat banget, Mai. Dan sekarang, kamu bisa mulai hidup kamu lagi. Hidup yang lo pilih sendiri.”
Maira memandang keluar jendela, menatap langit sore yang mulai berwarna oranye keemasan. Ada sesuatu di dalam dirinya yang selama ini mati perlahan kini pelan-pelan hidup lagi.
“Aku janji sama diri aku,” bisiknya, “aku nggak akan balik ke masa lalu itu. Mulai hari ini, aku milih hidup aku sendiri.”
Zila tersenyum bangga. “Good. Karena lo pantas bahagia dan jauh dari Revan serta keluarganya yang bikin hidup lo kayak neraka.”