Sugar Baby Dosen Tampan
Tapi bagi Febi, kata-kata itu seperti palu godam yang menghantam kepalanya.
Ia duduk diam di bangku taman kampus yang mulai sepi menjelang sore. Angin menggerakkan helaian rambut panjangnya yang tergerai, menyapu pipinya yang memucat. Ia menghela nafasnya kasar.
‘Sugar baby’.
Dua kata itu selama ini hanya ia dengar sebagai gosip atau bahan candaan di tongkrongan mahasiswa.
Namun kini, kata itu ditujukan padanya.