Istana Yang Ternoda
Mereka memilih warna-warna lembut, boneka-boneka kecil, dan menempel stiker dinding berbentuk bintang-bintang.
“Nayaka, nanti bantu jaga adik, ya,” kata Kania sambil mengelus rambut putrinya.
Nayaka mengangguk cepat. “Pasti, Ma! Tapi aku nggak mau dipanggil Kakak Tengah. Aku mau dipanggil Kakak Cantik!”
Kania tertawa kecil. “Baiklah, Kakak Cantik.”
Sementara itu, Narendra sedang sibuk mengikuti kelas bela diri tambahan yang ia minta sendiri. Ia mulai memperkuat fisiknya, membaca buku strategi, dan bahkan menonton dokumenter militer.
Hot Chapters