Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bertahan Atau Dimadu?

Bertahan Atau Dimadu?

Mereka tertawa bersama. Jam sebelas siang, Pak Joko dan Bu Mirna pergi. Tiara mengajak Lily dan Nana masuk ke rumah. Mereka naik ke lantai dua. Baru saja Tiara duduk di sofa, ada pesan masuk dari Dina. Tiara memutar bola matanya malas. Namun dia tetap membuka pesan adik madunya. [Mas Rian tidak akan pulang ke rumahmu malam ini. Terima saja nasibmu sebagai istri tua yang diabaikan.]
12.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai nazia marwiana terdiam sepi
Baca
+Pustaka
Syahadat Cinta

Syahadat Cinta

Syifa memelototkan matanya. “Ah iya,,, iya maaf, aku kan tidak tahu kalau kalian belum selesai salatnya, tapi sudahlah lupakan masalah itu, ada masalah yang lebih gawat,” Marwah tidak melanjutkan kata-katanya. Rania dan Syifa yang masih menggenakan mukenah memandang tajam pada Marwah yang berdiri di depan pintu. “Aduh! Jangan sebegitu seriusnya dog melihat ke arah Marwah, seoalah-olah Marwah ini penjahat yang harus diadili,” Marwah memasang wajah kesalnya.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 347 kali sebagai nazia marwiana terdiam sepi
Baca
+Pustaka
UTANG DIBAYAR CINTA?

UTANG DIBAYAR CINTA?

“Karena dia merebut posisi yang seharusnya untukku. Dan kadang, balas dendam adalah cara terbaik untuk mendapatkan keadilan.” Malam harinya, Ayuna sedang menidurkan Hana ketika pintu rumahnya diketuk. Ia berjalan ke depan, membuka pintu, dan mendapati Marwan berdiri di sana. “Maaf datang malam-malam,” ucap Marwan, sopan. Ayuna agak bingung. “Ada apa ya?” “Saya cuma mau kasih tahu. Saya... dulu pernah kerja bareng Nabila. Dan saya tahu dia nggak akan berhenti sampai Aqil menyerah.”
768 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai nazia marwiana terdiam sepi
Baca
+Pustaka
Mimpi Terburuk

Mimpi Terburuk

Randi melihat video yang di kirimkan padanya, saat melihat rekaman video itu, matanya terbelalak melihat Marwan beraksi menyekap Yana dan di kepung polisi di halaman butik Yana, Randi menyaksikan dari video itu detik detik Marwan memberikan perlawanan dan mati tertembak, serta Yana yang lolos dari maut, melihat itu Randi geram, seketika amarahnya memuncak, dia teriak mengamuk histeris di tempat yang sepi itu. "Aaaagggghhhhh !! Bodoooh!! Toloooolll !! Gobloook, gobloookkk...gobloooookk kamu Marwaaaannnn !!" Teriak Randi, dia kalap dan marah mengetahui dari video Marwan tewas terbunuh. "Ini ternyata tujuanmu membiusku Marwaaan !! Pikiran toloooolll, gobloookkk !!" Teriak Randi mengamuk.
1013.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai nazia marwiana terdiam sepi
Baca
+Pustaka
Janji Setia

Janji Setia

jawab Nuwa sambil terisak. “Aku mengerti perasaanmu. Bersabar dan tenanglah. Kau sudah aman di sini. Semua tuduhanmu tidak benar.” Maira pun ikut menitikkan air mata. Dia sangat paham arti kata rindu ketika dipisahkan dari orang yang begitu dikasihi. “Akan aku carikan tempat tinggal yang baik untukmu.” Maira melepaskan pelukannya. Polisi wanita itu membawa Nuwa pergi dari tempat eksekusi tersebut. Sedangkan Dayyan yang kesakitan belum sempat meminta maaf pada Nuwa, dan ancaman berbagai macam hukuman sudah ada di depan matanya.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai nazia marwiana terdiam sepi
Baca
+Pustaka
Zahrana Gadis Tangguh

Zahrana Gadis Tangguh

Dia duduk di sisi ranjang berhias dengan taburan mawar di atas ranjang tersebut. Pandangannya menyeluruh kesegala sisi kamar, semua tampak putih dan aksen mawar meras putih. Dia menunduk, menghela napas panjang. Ingatannya akan ucapan Ibra sewaktu di masjid itu, benar-benar membuatnya lega. Tapi ada yang aneh pada ucapan Ibra itu? "Mencintai? Apa yang dia ucapkan itu benar? Atau hanya ingin menutupi semuanya?" gumam Zahrana.
28.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 722 kali sebagai nazia marwiana terdiam sepi
Baca
+Pustaka
Janda Tapi Perawan

Janda Tapi Perawan

Wajahnya tampak memerah menahan amarah dan kecewa sekaligus. “Dita, kamu tenang dulu. Mas bisa jelasin,” kata Rizal sembari mengenakan pakaiannya dengan cepat. "Ada apa ini?" tanya Bu Salim, mertuanya, masuk ke dalam kamar. Wanita paruh baya itu tampak terdiam sejenak untuk memproses apa yang terjadi. Dita, yang sudah tak mampu menahan lagi air mata yang membasahi pipinya, berkata dengan suara gemetar, "Aku melihat Mas Rizal bersama wanita ini berzina, Bu!”
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai nazia marwiana terdiam sepi
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Menikahi Miliarder

Diam-Diam Menikahi Miliarder

Apa yang Kirana dan Nisa bicarakan berbeda dari 'simpel' yang ada di kepalanya. Kirana menyadari perubahan raut wajah Gita lantas merangkul wanita itu hangat serta menenangkannya. "Kamu masih akan kelihatan sederhana, dear. Nisa cuma akan sedikit menaikkan levelnya. Ingat, kamu adalah bagian Adiwijaya sekarang." Hembusan napas panjang diberikan Gita sebagai balasan. Dia tidak dapat membantah kalimat terakhir Kirana karena itulah kebenaran. Hidupnya akan berubah apa pun yang terjadi, dan ini hanyalah sebuah permulaan.
12.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai nazia marwiana terdiam sepi
Baca
+Pustaka
Wanita Sewaan Pak Elian

Wanita Sewaan Pak Elian

"Aku tidak suka melihat orang jujur seperti kamu dihancurkan oleh mereka yang merasa memiliki segalanya." Di sisi lain, di kediaman mewah keluarga Baskara, Nyonya Saraswati sedang duduk di kursi kebesarannya. Ia sedang menyesap anggur merah saat ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari orang kepercayaannya di departemen IT: 'Operasi selesai. Akses sudah dibekukan. Elian tidak bisa membatalkan ini tanpa persetujuan Ibu.'
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai nazia marwiana terdiam sepi
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Menikmati

Diam-Diam Menikmati

Gaun pernikahan yang indah kini berlumuran darah, menjadi saksi bisu tragedi yang merenggut nyawanya. Jacob mendekat dengan tubuh lemas. Ia menarik kain yang menutupi wajah Anastasya, berharap ini semua hanya mimpi buruk. Namun, wajah tenang Anastasya yang telah pergi untuk selamanya membuat air matanya jatuh tanpa bisa ia tahan. "Ini pasti mimpi," ia bergumam lirih, dengan sekuat tenaga berusaha menopangkan diri ke pinggiran tempat tidur.
9.9116.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai nazia marwiana terdiam sepi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status